Pertamax Sepi Peminat, Stok Pertalite di SPBU Mojokerto Menipis
Stok Pertamax di sejumlah SPBU Mojokerto masih melimpah. Kondisi ini dipicu oleh turunnya minat masyarakat membeli BBM nonsubsidi.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
Stok Pertamax di SPBU Mojokerto Melimpah, Pertalite Semakin Menipis Imbas BBM Nonsubsidi Naik
Ringkasan Berita:
- Penjualan Pertamax di sejumlah SPBU Mojokerto turun drastis hingga 50-60 persen setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi.
- Sebaliknya, konsumsi Pertalite meningkat sekitar 20-25 persen karena banyak konsumen beralih ke BBM subsidi.
- Stok Pertamax di salah satu SPBU Pungging masih melimpah mencapai 21.000 liter, sementara stok Pertalite tersisa sekitar 10.000 liter dan berpotensi habis dalam sehari.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kenaikan harga BBM nonsubsidi berdampak langsung pada pola konsumsi masyarakat di Mojokerto.
Penjualan Pertamax dilaporkan mengalami penurunan drastis, sementara permintaan Pertalite justru meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Di sejumlah SPBU wilayah Mojokerto, stok Pertamax masih terpantau melimpah akibat menurunnya minat masyarakat terhadap BBM nonsubsidi tersebut.
Salah satu pengelola SPBU di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, mengungkapkan bahwa penjualan Pertamax turun sekitar 50 hingga 60 persen sejak harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.
"Pastinya menurun banget kurang lebih sekian (50-60 persen), kan masih dua hari ini kenaikannya," ujar pria pegawai SPBU yang tidak berkenan namanya dipublish, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Dilema BBM Naik di Kota Batu, Antre Pertalite Ramah Kantong & Pangkas Uang Nongkrong demi Pertamax
Menurutnya, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Pertalite yang justru mengalami peningkatan konsumsi hingga sekitar 20-25 persen.
Akibat lonjakan permintaan, stok Pertalite di SPBU tersebut lebih cepat berkurang dibandingkan sebelumnya.
Saat ini, stok Pertamax masih mencapai sekitar 21.000 liter, sedangkan Pertalite tersisa sekitar 10.000 liter dan diperkirakan dapat habis dalam satu hari.
"Kalau stok masih aman, baik Pertamax maupun Pertalite. Untuk saat ini khususnya Pertalite masih ada, karena dikirim setiap hari dari Surabaya," pungkasnya.
Baca juga: Demi Hemat Pengeluaran, Warga Bondowoso Kayuh Sepeda 10 Km ke Tempat Kerja Imbas Harga Pertamax Naik
Pengguna Pertamax Sambat
Salah satu pengguna Pertamax, Budi (57) warga Kota Surabaya mengatakan dirinya menyayangkan dengan sikap pemerintah yang secara mendadak menaikkan BBM nonsubsidi.
Meskipun harga yang dibayarkan jauh lebih tinggi, dirinya terpaksa tetap mengisi mobilnya dengan bensin Pertamax sesuai spektek kendaraan.
"Ya piye maneh yo, wong pemerintah yo Ngunu (Bagaimana lagi ya, pemerintah juga begitu) pengumuman kok tidak Gentleman. Tidak diumumkan secara ke publik, malam-malam (BBM Naik) mendadak ini tidak benar," ucap Budi usai mengisi Pertamax di SPBU Pungging, Kamis (11/6/2026).
| Demi Hemat Pengeluaran, Warga Bondowoso Kayuh Sepeda 10 Km ke Tempat Kerja Imbas Harga Pertamax Naik |
|
|---|
| Dilema BBM Naik di Kota Batu, Antre Pertalite Ramah Kantong & Pangkas Uang Nongkrong demi Pertamax |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik Mendadak, Pengguna Kendaraan di Mojokerto Sebut Pemerintah Tidak Gentleman |
|
|---|
| Pengguna Motor di Mojokerto Terpaksa Beralih Isi Pertalite: Dompet Bisa Jebol Kalau Isi Pertamax |
|
|---|
| Harga Pertamax Meroket, Pemkot Blitar Pilih Perketat Operasional Kendaraan Dinas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Antrean-kendaraan-mobil-lebih-banyak-memadati-jalur-pengisian-BBM-Pertalite.jpg)