Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Wabup Syok Siswa SD Ngaku Ada Iuran Bayar LKS, Guru Langsung Buru-buru Jawab: untuk di Rumah

Menanggapi adanya iuran LKS, Bellinda berharap agar tarikan serupa tidak kembali dilakukan.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Freepik via KOMPAS.com
Ilustrasi berita siswa SDN 1 Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjawab ada iuran yang digunakan untuk membayar Lembar Kerja Siswa (LKS), Rabu (27/8/2025). 

Untuk kerusakan di SDN 1 Terban ini terjadi di kelas IV.

Pantauan di lokasi, di dalam ruang kelas plafonnya roboh.

Agar aman dalam pembelajaran, siswa di kelas ini dipindah ke perpustakaan.

Selain itu, ruang belajar siswa kelas V dan kelas VI juga dipindah di kantor guru karena berdekatan dengan ruang kelas IV yang rusak.

Pemindahan ini untuk mengantisipasi robohnya plafon dan mengenai siswa.

Sebelumnya, Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho mengatakan, perbaikan 58 sekolah ini terdiri atas perbaikan 49 SD dengan menelan anggaran sebesar Rp8,4 miliar.

Sisanya merupakan perbaikan SMP dengan anggaran sebesar Rp900 juta.

"Untuk masing-masing sekolah biaya perbaikan bervariasi."

"Ada yang hanya sekitar Rp100 juta, ada pula yang mencapai Rp800 juta," katanya.

Untuk perbaikan sekolah ini tempo waktunya berbeda-beda untuk setiap sekolah.

Ada yang memakan waktu 60 hari, ada pula yang 90 hari.

Masing-masing perbaikan berdasarkan dengan tingkat kerusakan.

Untuk sekolah dengan kerusakan cukup parah misalnya yaitu di SDN 1 Terban ini memakan biaya mencapai sekira Rp800 juta.

Kerusakan di sekolah ini, kata Anggun, juga mencapai kerusakan struktur sekolah.

Selain itu ada SDN 2 Purwosari yang mengalami kerusakan pada awal tahun ini dan untuk ongkos perbaikannya mencapai Rp422 juta.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved