Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Wabup Syok Siswa SD Ngaku Ada Iuran Bayar LKS, Guru Langsung Buru-buru Jawab: untuk di Rumah

Menanggapi adanya iuran LKS, Bellinda berharap agar tarikan serupa tidak kembali dilakukan.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Freepik via KOMPAS.com
Ilustrasi berita siswa SDN 1 Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjawab ada iuran yang digunakan untuk membayar Lembar Kerja Siswa (LKS), Rabu (27/8/2025). 

"Kami sampaikan visi misi sekolah, ada kebijakan pembelajaran mendalam, maka visi misi saya cocokkan," ungkapnya.

"Dari situ muncul beberapa program, di antaranya adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA). Itu program baru untuk kelas 9," imbuh Waryanto.

"Maret akan ada tes, fungsinya akan digunakan sebagai salah satu syarat masuk ke jenjang berikutnya berbasis CBT soal dari kementerian," katanya.

Menyikapi hal tersebut, pihak sekolah memberikan pernyataan resmi sebagai berikut:

Unggahan akun Facebook bernama Ngringet Bareng soal keluhan pembayaran kenang-kenangan berupa laptop, Sabtu (23/8/2025). Unggahan tersebut disampaikan dalam bahasa campuran antara satire dan kritik terkait adanya dugaan pungutan liar pengadaan laptop.
Unggahan akun Facebook bernama Ngringet Bareng soal keluhan pembayaran kenang-kenangan berupa laptop, Sabtu (23/8/2025). Unggahan tersebut disampaikan dalam bahasa campuran antara satire dan kritik terkait adanya dugaan pungutan liar pengadaan laptop. (Facebook)

1. Sumbangan sebesar Rp700 ribu untuk kelas IX dan Rp400 ribu untuk kelas VII merupakan hasil dari musyawarah mufakat antara Komite Sekolah dan orang tua/wali murid masing- masing kelas.

2. Tidak ada unsur paksaan dalam pelaksanaan sumbangan tersebut.

Sifatnya sukarela dan bertujuan mendukung kegiatan pembelajaran serta kebutuhan siswa, termasuk pengadaan perangkat pendukung seperti laptop sebagai kenang-kenangan yang bermanfaat.

3. Manfaat utama dari sumbangan tersebut kembali kepada siswa, baik dalam bentuk fasilitas, dokumentasi kelulusan, maupun peningkatan layanan pembelajaran.

4. Apabila terdapat misinformasi atau miskomunikasi, sekolah membuka uang dialog dan klarifikasi secara langsung melalui pihak sekolah atau Komite Sekolah.

Menurut Waryanto, dalam rapat tersebut disampaikan pula kebutuhan sarana mendukung pelaksanaan TKA, salah satunya adalah komputer.

Pihaknya mengatakan saat itu sekolah tidak mengarahkan apa-apa.

"Diskusi dilanjutkan oleh komite sekolah, seandainya program ini berjalan maka muncul hitungan satu orang segini."

"Kelas 7 itu Rp400 ribu, kelas 9 Rp695 ribu. Angka ini muncul pada saat rapat komite, saya sifatnya hanya pendengar," ujarnya.

Baca juga: Seorang Pekerja Keras, Affan Dulunya Sekuriti Kompleks & Pernah Bantu Tangkap Maling

Waryanto memaparkan, saat ini SMPN 1 Gumelar memiliki 26 unit komputer.

Sementara, pelaksanaan TKA kelas 9, sekolah memerlukan 67 unit.

Sehingga ia menyampaikan masih kurang 41 unit.

"Total perkiraan itu Rp215 juta. Saya sampaikan sekolah ada kekurangan 41 unit. Sekolah sudah melakukan upaya, kami meminta dana aspirasi. Akan cair, insyallah Oktober 7 unit, jadinya tinggal 34."

"Dana aspirasi belum turun, kami nanti sekolah tidak terima uang tetapi unit komputer. Intinya kami sudah melakukan upaya," jelasnya kepada Tribun Banyumas, Selasa (26/8/2025).

Kegaduhan di media sosial, menurut Waryanto, kemungkinan terjadi karena miskomunikasi antara pihak sekolah, komite, dan wali murid.

Komite sekolah menegaskan, terkait sumbangan diberikan kebebasan, boleh di atas atau di bawah angka yang disebutkan, bahkan dibebaskan bagi yang tidak mampu.

"Komite berencana besok Rabu akan ada pleno lagi membahas dan menegaskan ini adalah sifatnya sumbangan," tegasnya.

Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat yang diterima sekolah hanya berasal dari dana BOS.

"Kalau di tempat kami hanya dana BOS saja, tujuannya operasional. Lalu kenapa tidak digunakan untuk membeli komputer?"

"Penggunaan dana BOS ada ketentuan dan penggunaannya, jadi penggunaannya sudah diatur betul," paparnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved