Wabup Syok Siswa SD Ngaku Ada Iuran Bayar LKS, Guru Langsung Buru-buru Jawab: untuk di Rumah
Menanggapi adanya iuran LKS, Bellinda berharap agar tarikan serupa tidak kembali dilakukan.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
"Untuk sekolah dengan perbaikan cukup berat seperti di SDN 1 Terban," katanya.
Selain perbaikan, pihaknya juga melakukan pemeliharaan atas sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kudus.
Alokasi anggaran untuk pemeliharaan ini mencapai Rp700 juta dari APBD perubahan.
Sasaran pemeliharaan ini yaitu sekolah-sekolah yang belum mendapatkan porsi perbaikan.
Baca juga: Jeritan Pilu Ibunda Affan ke Anies yang Melayat, Minta Keadilan Ditegakkan: Hukum Seberat-beratnya
Sebelumnya, keluhan soal pembayaran kenang-kenangan berupa laptop menjadi sorotan netizen usai diunggah akun Facebook bernama 'Ngringet Bareng'.
Dugaan pungutan berkedok kenang-kenangan disebutkan terjadi di SMPN 1 Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dalam unggahan tersebut memakai bahasa satire dan kritik terbuka kepada para pejabat pendidikan dan kepala daerah.
Berikut ini adalah isi dari caption akun Ngringet Bareng yang diposting juga di akun Facebook Banyumas Dalam Info.
"Mumpung hari libur arep ngoceh maning. mbok menawa pejabat dindik karo bupatine, gubernur re kober ndeleng hp.
Pada hari kamis kemarin kami wali murid diundang hadir ke SMPN 1 Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kami diundang hanya mendengarkan keputusan pihak sekolah ada yang harus dibayar untuk beli leptop buat kenang kenangan bahasanya.
Kelas satu bayar Rp400 ribu kelas 3 Rp700 ribu per siswa. Sedangkan kelas 2 saya ngga berani bilang karena saya ngga tau pasti berapa nominalnya. Mohon diyindak," tulis akun tersebut, yang diposting tiga hari yang lalu.
Menanggapi unggahan tersebut, Kepala SMPN 1 Gumelar, Waryanto, menjelaskan isi pertemuan dengan orang tua siswa, Kamis pekan lalu.
Pertemuan tersebut merupakan rapat pleno mensosialisasikan program serta penyelarasan visi dan misi sekolah.
"Hari H pada rapat komite kita diskusi," tutur Waryanto, melansir Kompas.com.
Tertangkap Judi di Pinggir Jalan, Anggota DPRD sempat Ngaku Kuli Gabah, Uang Rp1 Juta Disita |
![]() |
---|
Sudah 3 Kali Minta Perbaikan, Kondisi SDN 5 Ngembalrejo Makin Miris, Masih Banyak Atap yang Bolong |
![]() |
---|
Penyebab SDN 1 Wates dan 27 Kauman Cuma Dapat 1 Siswa Baru, Murid Kelas 1 Ini Langsung Diajar Kepsek |
![]() |
---|
Jadi Satu-satunya Murid SDN Baru, Shofi Langsung Diajar Kepala Sekolah, 1 Sekolah Cuma Isi 24 Siswa |
![]() |
---|
Adu Jotos di Karaoke saat Jam Kerja, 2 PNS Rebutan Wanita Sambil Diduga Mabuk, Bupati Minta Maaf |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.