Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Wabup Syok Siswa SD Ngaku Ada Iuran Bayar LKS, Guru Langsung Buru-buru Jawab: untuk di Rumah

Menanggapi adanya iuran LKS, Bellinda berharap agar tarikan serupa tidak kembali dilakukan.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Freepik via KOMPAS.com
Ilustrasi berita siswa SDN 1 Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjawab ada iuran yang digunakan untuk membayar Lembar Kerja Siswa (LKS), Rabu (27/8/2025). 

"Untuk sekolah dengan perbaikan cukup berat seperti di SDN 1 Terban," katanya.

Selain perbaikan, pihaknya juga melakukan pemeliharaan atas sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kudus.

Alokasi anggaran untuk pemeliharaan ini mencapai Rp700 juta dari APBD perubahan.

Sasaran pemeliharaan ini yaitu sekolah-sekolah yang belum mendapatkan porsi perbaikan.

Baca juga: Jeritan Pilu Ibunda Affan ke Anies yang Melayat, Minta Keadilan Ditegakkan: Hukum Seberat-beratnya

Sebelumnya, keluhan soal pembayaran kenang-kenangan berupa laptop menjadi sorotan netizen usai diunggah akun Facebook bernama 'Ngringet Bareng'.

Dugaan pungutan berkedok kenang-kenangan disebutkan terjadi di SMPN 1 Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam unggahan tersebut memakai bahasa satire dan kritik terbuka kepada para pejabat pendidikan dan kepala daerah.

Berikut ini adalah isi dari caption akun Ngringet Bareng yang diposting juga di akun Facebook Banyumas Dalam Info.

"Mumpung hari libur arep ngoceh maning. mbok menawa pejabat dindik karo bupatine, gubernur re kober ndeleng hp.

Pada hari kamis kemarin kami wali murid diundang hadir ke SMPN 1 Gumelar,  Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

Kami diundang hanya mendengarkan keputusan pihak sekolah ada yang harus dibayar untuk beli leptop buat kenang kenangan bahasanya.

Kelas satu bayar Rp400 ribu kelas 3 Rp700 ribu per siswa. Sedangkan kelas 2 saya ngga berani bilang karena saya ngga tau pasti berapa nominalnya. Mohon diyindak," tulis akun tersebut, yang diposting tiga hari yang lalu.

Menanggapi unggahan tersebut, Kepala SMPN 1 Gumelar, Waryanto, menjelaskan isi pertemuan dengan orang tua siswa, Kamis pekan lalu.

Pertemuan tersebut merupakan rapat pleno mensosialisasikan program serta penyelarasan visi dan misi sekolah.

"Hari H pada rapat komite kita diskusi," tutur Waryanto, melansir Kompas.com.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved