Berita Viral

Sosok Nasaruddin Umar, Menteri Agama Minta Maaf Bandingkan Guru dan Pedagang: Profesi Mulia

Sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar minta maaf sebut cari uang jangan jadi guru: Tidak ada niat merendahkan.

Tayang:
Editor: Hefty Suud
KEMENAG
MINTA MAAF - Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA minta maaf karena ucapannya 'kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah'. Sosoknya terkenal sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal sejak 2016. 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok Menteri Agama Nasaruddin Umar, viral di media sosial karena ucapannya 'kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah'.

Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar saat membuka acara Pembukaan Pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Tahun 2025 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Ucapan Menteri Agama periode 2024-2029 ini jadi sorotan. 

Sebab masyarakat tengah gencar menyoroti perbedaan gaji guru dengan gaji dan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Kini, Nasaruddin Umar minta maaf atas ucapannya. 

Nasaruddin Umar menjelaskan ucapannya tak bermaksud merendahkan profesi guru. 

"Saya menyadari bahwa potongan pernyataan saya tentang guru menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada niat sedikit pun bagi saya untuk merendahkan profesi guru," ujar Nasaruddin melalui keterangan tertulis, Rabu (3/9/2025).

Nasaruddin mengatakan dirinya justru ingin menegaskan bahwa profesi guru sangat mulia. 

Bagi Nasaruddin, guru merupakan profesi yang sangat tulus di dunia pendidikan. 

"Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia, karena dengan ketulusan hati merekalah generasi bangsa ditempa,” ujarnya. 

Menurut Nasaruddin, selama ini dirinya juga mengabdi sebagai pendidik. 

Baca juga: Sosok Jerome Polin Ajak Tolak Tawaran Jadi Buzzer Rp150 Juta, Singgung Uang Rakyat dan Gaji Guru

"Puluhan tahun hidup saya, saya abdikan di ruang kelas, mendidik mahasiswa, menulis, dan membimbing. Karena itu, saya sangat memahami bahwa di balik kemuliaan profesi ini, guru tetap manusia yang membutuhkan kesejahteraan yang layak," katanya. 

Dia kembali menegaskan bahwa guru adalah profesi yang bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa.

“Bagi saya, guru bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan jiwa. Dan karena kemuliaannya itulah negara wajib hadir memperhatikan kesejahteraannya. Mari kita bersama menjaga martabat guru, sebab dari tangan merekalah masa depan bangsa lahir dan tumbuh,” pungkas Nasaruddin.

Sosok Nasaruddin Umar 

Baca juga: Sosok Sri Mulyani, Menkeu Viral Bahas Gaji Guru Kecil: Apakah Semua Harus Keuangan Negara?

Baca juga: Siapa Sosok Pemilik Sekolah Elite Bodong? Sering Potong Gaji Guru Rp700 Ribu hingga Tahan Ijazah

Sosok Nasaruddin Umar adalah figur ulama, akademisi, dan pejabat publik yang dikenal luas karena pemikiran Islam progresif dan peran aktifnya dalam lintas sektor keagamaan dan pendidikan.

Nama lengkap: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Lahir: 23 Juni 1959, Bone, Sulawesi Selatan

Jabatan saat ini: Menteri Agama RI ke-25 (sejak 21 Oktober 2024) di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto

Jabatan lain: Imam Besar Masjid Istiqlal sejak 2016

MINTA MAAF - Menteri Agama, Nasaruddin Umar viral karena ucapannya 'kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah'. Ucapan Menag tersebut terlontar saat membuka acara Pembukaan Pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Tahun 2025 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
MINTA MAAF - Menteri Agama, Nasaruddin Umar viral karena ucapannya 'kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah'. Ucapan Menag tersebut terlontar saat membuka acara Pembukaan Pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 Tahun 2025 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Rabu (3/9/2025). (Tribunnews/Fahdi Fahlevi)

Latar Belakang Akademik

Pendidikan Islam sejak Madrasah Ibtidaiyah hingga PGA di Pesantren As’adiyah

Sarjana dari UIN Alauddin Makassar

Master dan Doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Studi lanjut di McGill University (Kanada), Leiden University (Belanda), Paris-Sorbonne (Prancis), dan Georgetown University (AS)

Nasaruddin Umar dikenal sebagai pembaharu pemikiran Islam, terutama dalam isu gender dan keadilan sosial. Dia pendiri organisasi dialog antarumat beragama, Dia 

pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama (2011–2014) dan Dirjen Bimas Islam. Dia aktif dalam diplomasi keagamaan, termasuk penandatanganan Deklarasi Istiqlal bersama Paus Fransiskus pada 2024. 

Baca juga: Sosok Ipda Rahmatullah, Polisi Bangun Sekolah Gratis, Sisihkan Penghasilan untuk Bantu Gaji Guru

Cinta Laura: rakyat bukan marah karena iri

Sebelumnya viral di media sosial, tunjangan rumah DPR RI mencapai Rp50 juta. Sementara gaji guru hingga kini ada yang masih di bawah upah minimum.

Hal ini pun disorot oleh artis cantik, Cinta Laura. 

"Buat yang mungkin lupa, kita punya Pancasila, Sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tulisnya dalam caption postingan Instagram terbarunya @claurakiehl pada Senin (1/9/2025).

Penyanyi sekaligus pemain film ini, menyebut aksi demonstrasi masyarakat merupakan perwujudan dari ketidakadilan.

Ia menilai sila kelima Pancasila yang berbunyi 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia' bukanlah hafalan semata.

Cinta Laura bombardir beberapa foto dirinya nikmati hari-hari di Paris.
Cinta Laura bombardir beberapa foto dirinya nikmati hari-hari di Paris. (Instagram/claurakiehl)

"Jangan salahkan kami yang mulai bersuara kalau ketidakadilan muncul di depan mata, sila kelima bukan hafalan," jelasnya.

Dia memaparkan, sila kelima Pancasila merupakan komitmen yang juga memperhatikan nurani.

"Itu komitmen, itu keberpihakan, itu nurani, titik," tandasnya.

Wanita bernama asli Cinta Laura Kiehl tersebut, merasa resah dengan kondisi Indonesia yang sedang memanas, karena adanya permasalahan ekonomi yang sangat signifikan antara kondisi para pejabat dan masyarakat di Indonesia saat ini.

"Ini para pemimpin negara, pada halu atau gimana ya?, karena di luar gedung megah itu, kenyataannya begini 47 persen atau 2,5 juta dari 53 juta buruh karyawan, pegawai, dibayar di bawah UMP, itu data resmi BPS," paparnya.

Perempuan berusia 32 tahun itu mengungkap, gaji para pegawai di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan.

"Itu gaji untuk satu bulan hidup, yang seringkali bukan hanya untuk satu orang ya, tapi untuk satu keluarga, bayar kontrakan, listrik, beras, sekolah, dan ongkos kerja, satu sakit, semua goyah," ujarnya.

Kemudian perempuan berdarah Jerman Indonesia itu, juga membandingkan dengan penghasilan yang didapat oleh para pejabat pemerintahan saat ini yang terbilang fantastis.

"Sekarang bandingin dengan mereka, yang memegang palu kebijakan, pernyataan publik yang udah beredar bertahun-tahun, gaji pokok anggota DPR itu sekitar 16 juta, plus tunjangan plus minus 59 juta, itu yang diakuin depan kamera, dan kita semua tahu ada arus di luar slip yang enggak tercatat rapih," kata pelantun lagu Oh Baby itu.

Dia menyebut info terbaru mengenai salah hitung tunjangan rumah para pejabat negara juga menjadi salah satu penyebab kemarahan rakyat.

"Akhir-akhir ini ada kalkulator ajaib, 3 juta x 26 hari = 78 juta perbulan, sebuah blunder yang bikin rakyat makin panas, karena bukan hanya salah hitung, tapi salah rasa," tegasnya.

Wanita yang lahir 17 Agustus 1993 ini, juga menanyakan perasaan para pejabat mengenai tunjangan Rp 3 juta sehari. Padahal para guru di sekolah saja sudah sangat bersyukur dengan gajinya yang hanya Rp 3 juta perbulan.

"Sadar enggak sih guru sekolah dikasih Rp 3 juta perbulan aja udah bersyukur banget, kalian ngerasa 3 juta perhari itu berat?," tanyanya.

Pemain film Target ini juga menyoroti mengenai gaji honorer yang kecil, sementara politisi mendapatkan kenaikan gaji dan tunjangan.

"Di sisi lain guru-guru honorer juga ada yang menerima Rp 100-350 ribu per bulan tergantung provinsi," jelasnya.

"Kalau politisi kita naik gaji dan tunjangan, tapi guru dibiarkan mengajar, sambil berdoa untuk bertahan hidup, apa yang kita harapkan dari pendidikan Indonesia," imbuhnya.

Pemeran serial televisi Cinderella itu juga menyayangkan sikap para pejabat baru-baru ini. Lantaran berjoget hingga membela tunjangan tanpa memikirkan penderitaan rakyat.

"Sementara mereka tertawa, berjoget, hingga membela tunjangan, seolah-olah penderitaan rakyat itu sekedar noise," sebutnya.

Dia juga menyoroti mengenai demo dan kemarahan rakyat akhir-akhir ini bukan dikarenakan rasa iri, tetapi karena kesalahan sikap dari para pejabat pemerintahan saat ini.

"Rakyat bukan marah karena iri, rakyat marah karena logika keadilan diinjak-injak, akui ketidaktahuan, keserakahan, kesalahan kalkulasi, dan kesalahan hati, jangan adu domba rakyat untuk menutupi kesalahan," papar pemain FTV The Nanny is Watching.

Cinta Laura juga meminta kepada jajaran DPR dan Presiden agar segera mendengarkan kritikan dan masukan dari para masyarakat. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Berita Viral lainnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved