Berita Viral

Surat Kop Kemenag Minta Wali Murid Terima Risiko Program MBG Jadi Sorotan, Siap Tanggung Keracunan

Dalam surat, wali murid diminta agar menerima sejumlah risiko yang bisa timbul akibat program Makan Bergizi Gratis.

Tayang:
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
X
TERIMA RISIKO MBG - Beredar surat dengan kop Kemenang meminta wali murid MTsN 2 Brebes agar bersedia atas risiko MBG, Selasa (16/9/2025). Risiko-risiko tersebut meliputi keracunan hingga tempat makan hilang. 

"Ini gizinya di mana? Katanya makan bergizi?" ungkapnya pada kamis (11/9/2025).

Hal senada juga disampaikan oleh Siti, orang tua murid lainnya.

Ia menuturkan, menu sebelumnya pun tak kalah mengecewakan.

Menu hanya terdiri dari potongan roti tawar, selada air, potongan mentimun, tahu, serta telur dadar tipis.

MAKAN BERGIZI - Penampakan menu MBG di sekolah dasar di wilayah Desa Sumuragung Kecamatan Sumberejo yang hanya berisi nasi goreng, potongan tempe goreng dan tiga biji buah anggur. 
Penampakan menu MBG di sekolah dasar di wilayah Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, yang hanya berisi nasi goreng, potongan tempe goreng, dan tiga buah anggur. (Istimewa)

Kejadian ini, oleh para wali murid sudah sampaikan ke bagian dapur SPPG yang mengurusi, tapi jawabanya normatif.

"Katanya akan dilakukan perbaikan, Biasanya kalau sudah ramai atau viral baru ada tindakan. Kalau lihat di sekolah lain, menunya jauh lebih bagus," tegasnya.

Setelah keluhan para orang tua mulai ramai dibicarakan, barulah ada perubahan dalam menu yang dibagikan.

Menurut Siti, pagi ini anaknya menerima menu yang sedikit lebih bervariasi, yakni nasi kebuli, sayuran oseng wortel dan buncis, telur rebus, kering tempe, serta tiga biji buah anggur.

Meski begitu, ia menilai masih ada yang kurang, yakni tidak ada susu.

"Padahal kalau namanya makan bergizi, ya harus lengkap. Semoga ke depan bisa terus lebih baik," harapnya.

Baca juga: Ratusan Siswa Wonogiri Mendadak Tak Sekolah Setelah Santap MBG, Isi Menu Diduga Meracuni

Menanggapi keluhan sejumlah orang tua siswa terkait menu MBG yang dinilai tidak layak, perwakilan yayasan pengelola MBG untuk sekolah di wilayah Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Zula, memberikan penjelasan.

Menurutnya, menu yang disajikan sebenarnya sudah sesuai standar gizi.

Hanya saja, dari segi tampilan mungkin kurang menarik karena cara penyajian yang kurang tepat.

Dalam menu yang disajikan untuk para siswa, kata Zula, sudah sesuai, ada sayur lengkap dengan dagingnya.

Hanya saja, bola daging dan irisan wortel itu diiris-iris lalu dicampur dalam nasi gorengnya. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved