Berita Viral
Kata Pakar soal Buku yang Disita Polisi dari Para Pendemo: Sebaiknya Lebih Bijak
Berikut penjelasan lengkap pakar terkait buku yang disita kepolisian dan dipamerkan ke publik.
Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Kasus penyitaan buku terhadap para pendemo yang beraksi pada aksi demo beberapa waktu lalu menimbulkan pro dan kontra.
Di balik pro kontra tersebut, belakangan psikolog dan dosen Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Ratna yunita Setiyani Subardjo memberikan penjelasan secara khusus.
Ratna mengatakan, kasus penyitaan buku-buku yang berkaitan dengan teori anarkisme oleh polisi dari para pendemo menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara bacaan dan perilaku seseorang.
"Dari perspektif psikologi, bacaan memang dapat memengaruhi perilaku seseorang, tetapi pengaruhnya tidaklah sederhana atau langsung," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (19/9/2025), seperti dikutip TribunJatim.com, Minggu (21/9/2025).
Pengaruh perilaku seseorang tersebut juga harus dibicarakan lebih jauh dan dalam.
Ratna menambahkan, jika ditinjau lebih lanjut, ada beberapa faktor yang memengaruhi sejauh mana bacaan dapat berdampak pada perilaku seseorang. Berikut di antaranya:
1. Konteks dan tujuan membaca
Menurut Ratna, bagaimana seseorang membaca dan memahami teks, serta apa yang mereka cari dari bacaan tersebut, dapat memengaruhi bagaimana informasi tersebut diproses dan diterapkan.
2. Pengalaman dan latar belakang
Pengalaman hidup, nilai-nilai, dan keyakinan yang sudah ada sebelumnya juga dapat membentuk bagaimana seseorang menafsirkan dan merespons informasi yang mereka baca.
3. Karakteristik individu
Ratna menyampaikan, faktor-faktor seperti kepribadian, kontrol diri, dan kemampuan berpikir kritis juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang merespons informasi yang mereka terima.
Baca juga: Mirna Terjerat Pinjol Demi DP Mobil Imbas Gengsi, Cicilan dari Rp3 Juta Jadi Rp60 Juta dalam 4 Bulan
Sementara itu, jika dikaitkan dengan perilaku anarkisme, terdapat teori anarkisme dan perilaku yang bisa dijadikan rujukan, di antaranya:
1. Anarkisme sebagai deologi
Anarkisme adalah teori politik yang menekankan pentingnya kebebasan individu dan penghapusan struktur kekuasaan yang otoriter.
Namun, kata Ratna, interpretasi dan implementasi anarkisme dapat sangat bervariasi.
| Harta Kekayaan dan Isi Garasi Presiden Prabowo Subianto, Mencapai Rp 2 Triliun |
|
|---|
| Waspada Modus Penipuan Pernikahan Catut Nama KUA, Kemenag Bongkar Modusnya |
|
|---|
| Penyebab Indonesia Menjadi Sasaran Empuk Judi Online Internasional Menurut Pakar Hukum |
|
|---|
| Wali Murid SMP Keluhkan Biaya Study Tour ke Bandung Rp 700 Ribu, yang Tidak Ikut Dapat Tugas Berat |
|
|---|
| Dua Juri dan Satu MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Digugat ke Pengadilan Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Buku-buku-yang-disita-oleh-polisi-kini-dipamerkan.jpg)