Polemik di PBNU

Said Abdullah Prihatin Konflik Internal PBNU, Perpecahan Merugikan Bangsa

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyatakan keprihatinannya atas terjadinya konflik internal di jajaran PBNU

Tayang:
Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyatakan keprihatinannya atas terjadinya konflik internal di jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menjadi konsumsi publik. 

 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyatakan prihatin atas konflik internal di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mencuat ke publik
  • Ia mengimbau para masayih dan kiai di PBNU untuk menjadi jembatan islah
  • Said menekankan bahwa perpecahan PBNU bisa merugikan bangsa Indonesia

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyatakan keprihatinannya atas terjadinya konflik internal di jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menjadi konsumsi publik.

Said mengaku lebih sedih karena melihat para tokoh NU terlibat dalam pertentangan yang bermula dari pengelolaan pertambangan batu bara yang diberikan pemerintah kepada organisasi kemasyarakatan, termasuk NU. 

"Suatu perkara duniawi yang sesungguhnya kecil sekali derajatnya untuk dijadikan sumber perpecahan," kata Said Abdullah.

Said mempertanyakan apakah tradisi musyawarah dan etika keulamaan yang selama ini menjadi karakter NU sudah tidak lagi dijalankan di tingkat PBNU sehingga konflik harus mencuat ke permukaan.

"Kami meneladani dan senantiasa menjadikan ulama pesantren sebagai contoh akhlakul karimah, namun kenapa kami, jam’iyah ini mendapatkan tontonan seperti ini,” katanya.

Baca juga: PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta, Aplikasi Persuratan Digdaya Tingkat Pusat Dibekukan Sementara

Ia pun mengajak para masayih dan kiai di PBNU untuk menjadi jembatan dalam upaya islah dan mengutamakan penyelesaian damai dibanding tindakan pemecatan yang berpotensi menimbulkan luka berkepanjangan.

Said mengingatkan bahwa perpecahan di PBNU justru akan merugikan bangsa Indonesia.

"Dunia mengakui bahwa NU adalah jangkar utama kekuatan Islam Indonesia, bersama dengan Muhammadiyah untuk membangun umat, memberikan pendidikan karakter, sekaligus memberikan berbagai pelayanan ekonomi dan sosial kepada umat," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gus Yahya Rombak Pengurus PBNU, Gus Ipul Dicopot dari Sekjen

Ia juga meminta kalangan pendukung agar tidak memanaskan suasana melalui forum, baik itu media sosial, maupun pertemuan fisik.

"Saya berharap untuk menahan diri. Dan menjaga semangat untuk mengupayakan persatuan. Dengan demikian medan konflik tidak semakin meluas," imbaunya.

Said optimistis bahwa dengan kelapangan hati dan semangat pengabdian kepada umat, para kiai dan pengurus PBNU mampu bisa menempuh jalan islah.

"Kami para jam’iyah mendoakan hal itu segera terwujud. Amien ya robbal alamin.

Baca juga: Penegasan Rais Aam PBNU Soal Gus Yahya Tak Lagi Jabat Ketua Umum: Tak Berhak Lagi

 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved