Berita Viral

Perbandingan Black Box dan ELT, Sama-sama Warna Oranye tapi Beda Kegunaan

Semula, benda berwarna oranye yang diduga adalah bagian dari serpihan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan Minggu (18/1/2026) dikira black box.

Editor: Torik Aqua
via Tribun Timur/Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PERBANDINGAN - Komandan Korem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menggelar konferensi pers di Pos AJU Basarnas Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1/2026) malam. Benda yang diduga merupakan bagian dari serpihan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan Minggu (18/1/2026) tersebut awalnya dikira black box ternyata ELT. 

"Barusan saya tadi sudah menyampaikan bahwa dikonfirmasi telah ditemukannya black box," kata Rumbayan.

"Tapi ternyata setelah dicek kembali, itu ternyata bukan black box walaupun warnanya sama," lanjutnya.

Kepastian benda itu bukan black box lanjut Rumbayan, sudah dikonfirmasi langsung oleh Basarnas pusat.

Rumbayan menegaskan, proses pencarian alat rekaman penerbangan atau black box itu masih dalam pencarian.

Apa itu ELT?

ELT atau Emergency Locator Transmitter yang ditemukan tim SAR saat operasi pencarian pesawat ATR 42-500 adalah alat pemancar sinyal darurat yang dipasang di pesawat.

Fungsinya untuk membantu tim penyelamat menemukan lokasi pesawat jika terjadi kecelakaan.

ELT berfungsi untuk mengirimkan sinyal radio otomatis ketika pesawat mengalami benturan keras (crash) atau dalam keadaan darurat.

Sinyal ini ditangkap oleh satelit dan stasiun darat untuk membantu tim SAR menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

Kenapa Berwarna Oranye?

Warna oranye dipilih karena mudah terlihat di lapangan, terutama di hutan, laut, atau daerah berbukit.

Warna ini standar internasional untuk peralatan darurat (seperti pelampung, life jacket, dan ELT).

Saat tim SAR melakukan pencarian pesawat ATR 42-500, menemukan ELT berwarna oranye, berarti mereka menemukan salah satu perangkat darurat pesawat.

Penemuan ELT penting karena bisa memberikan titik lokasi awal jatuhnya pesawat dan mempercepat proses evakuasi.

Cara Kerja ELT

ELT bekerja dengan mendeteksi benturan keras atau aktivasi manual, lalu memancarkan sinyal darurat pada frekuensi khusus (121.5 MHz, 243 MHz, atau modern 406 MHz) yang ditangkap satelit COSPAS-SARSAT dan diteruskan ke pusat koordinasi SAR untuk menentukan lokasi pesawat.

Cara Kerja Sinyal ELT

Aktivasi Otomatis atau Manual

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved