Daftar 10 Negara Paling Berbahaya dan Tidak Aman Jika Perang Dunia III Pecah

Wacana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari wilayah AS memicu kegelisahan serius

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
Kompas.com
NEGARA PALING TIDAK AMAN - Ilustrasi perang dunia tiga yang belakangan diprediksi akan segera muncul. Tempat-tempat seperti Rusia dan Ukraina berada di puncak daftar tempat paling tidak aman di dunia pada tahun 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Tempat-tempat seperti Rusia dan Ukraina berada di puncak daftar tempat paling tidak aman di dunia pada tahun 2025.
  • Selain itu, juga ada Yaman yang selalu dilanda perang.
  • Ada 10 negara paling tidak aman jika terjadi Perang Dunia III

TRIBUNJATIM.COM - Persaingan antar negara adidaya menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia III

Ketegangan di Timur Tengah pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, rencana Amerika Serikat (AS) untuk menguasai Greenland, serta perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung.

Wacana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari wilayah AS memicu kegelisahan serius bagi Pakta Pertahanan Atlantik (NATO).

Isu yang awalnya dianggap retorika politik kini berkembang menjadi kekhawatiran geopolitik global, menyusul pernyataan tegas Denmark yang menilai langkah tersebut berpotensi memicu konflik berskala besar.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa setiap serangan terhadap negara anggota NATO akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi.

Pernyataan ini mengacu pada prinsip dasar NATO yang tertuang dalam perjanjian pendiriannya, dimana agresi terhadap satu negara anggota mewajibkan respons kolektif dari seluruh anggota.

Greenland meski memiliki status semiotonom tetap merupakan wilayah kedaulatan Denmark dan secara otomatis berada di bawah payung NATO.

Dilansir dari Tribunnews.com, tempat-tempat teraman di dunia didominasi oleh Eropa.

Data tersebut berasal dari Indeks Perdamaian Global (GPI), yang memberi peringkat negara-negara teraman dan paling damai di dunia.

Laporan ini meneliti berbagai negara untuk menentukan mana yang paling aman dan mana yang paling berbahaya.

Di sisi lain, tempat-tempat seperti Rusia dan Ukraina berada di puncak daftar tempat paling tidak aman di dunia pada tahun 2025.

Selain itu, juga ada Yaman yang selalu dilanda perang.

Baca juga: Jika Perang Dunia III Pecah, Siapa yang Lebih Kuat Antara NATO vs Amerika Serikat?

Selengkapnya, berikut 10 negara paling tidak aman jika terjadi Perang Dunia III:

Daftar Negara Paling Tidak Aman di Perang Dunia III

  1. Rusia
  2. Ukraina
  3. Sudan
  4. Republik Demokratik Kongo
  5. Yaman
  6. Afghanistan
  7. Suriah
  8. Sudan Selatan
  9. Israel

Kekuatan Militer

Pulau di Samudra Arktik ini memiliki nilai strategis tinggi karena letaknya yang krusial, kekayaan mineralnya, serta keberadaan Pangkalan Luar Angkasa Pituffik milik AS yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini rudal balistik.

Pemerintahan Trump meyakini dengan menempatkan Greenland di bawah kendali Amerika, hal ini dapat menjamin kepentingan keamanan nasional AS.

Akan tetapi, NATO menolak keras gagasan pemerintahan Donald Trump untuk menempatkan Greenland di bawah kendali Amerika Serikat karena usulan tersebut dinilai bertentangan langsung dengan prinsip dasar aliansi, hukum internasional, dan stabilitas keamanan kawasan Atlantik Utara.

Selain itu, NATO berpandangan bahwa klaim keamanan nasional AS tidak dapat dijadikan pembenaran untuk perubahan status wilayah secara sepihak.

Baca juga: Ibu Syifa sempat Khawatir Putrinya Disuruh Perang saat Gabung Tentara di Amerika Serikat

Jika skenario ekstrem terjadi, yakni AS melakukan invasi atau aneksasi paksa terhadap Greenland, konsekuensinya dinilai sangat besar.

Kondisi ini bahkan disebut-sebut dapat menjadi pemicu Perang Dunia III dan sekaligus mengakhiri eksistensi NATO seperti yang dikenal selama ini.

Berikut perbandingan kekuatan AS vs. NATO jika Perang Dunia III pecah karena persoalan Greenland, sebagaimana dikutip dari Newsweek.

Kekuatan Militer Amerika Serikat

AS merupakan kekuatan militer tunggal paling dominan di dunia.

Dari sisi anggaran pertahanan, Washington menghabiskan dana lebih besar dibandingkan gabungan sebagian besar negara NATO lainnya.

Keunggulan AS terletak pada kemampuan proyeksi kekuatan global—kemampuan menyerang dan mempertahankan kepentingan militernya di hampir seluruh belahan dunia secara simultan.

Angkatan Udara AS menjadi yang terbesar dan paling modern, dengan ribuan pesawat tempur, pembom strategis berkemampuan nuklir, pesawat siluman, serta sistem peperangan elektronik canggih.

Di darat, AS memiliki hampir setengah juta personel aktif, ribuan tank Abrams, dan sistem logistik tempur yang telah teruji dalam berbagai konflik besar.

Di laut, dominasi AS sangat mencolok. Dengan 11 kapal induk aktif, puluhan kapal selam bertenaga nuklir, serta armada perusak dan kapal penjelajah, Angkatan Laut AS mampu mengendalikan jalur laut strategis dan melancarkan serangan jarak jauh dalam skala masif.

Faktor penentu terbesar tetap pada senjata nuklir. Amerika Serikat memiliki ratusan hulu ledak strategis dan taktis, ditempatkan pada rudal balistik antarbenua, kapal selam, dan pembom jarak jauh.

Kapasitas ini memberi AS kekuatan yang sulit ditandingi satu negara pun.

Kekuatan Militer NATO

NATO tanpa AS tetap merupakan koalisi militer terbesar di dunia dari sisi jumlah negara dan personel.

Sebanyak 31 negara anggota termasuk Inggris, Prancis, Turki, Jerman, Polandia, dan Kanada memiliki kekuatan militer yang signifikan jika digabungkan.

Angkatan udara negara-negara NATO Eropa mengoperasikan ratusan pesawat tempur modern, termasuk jet generasi kelima.

Polandia dan negara-negara Eropa Timur telah meningkatkan belanja militer secara agresif dalam beberapa tahun terakhir, memperkuat kekuatan darat dan pertahanan udara mereka.

Di laut, Inggris dan Prancis tetap menjadi kekuatan utama dengan kapal induk, armada laut biru, serta kapal selam nuklir.

Kedua negara ini juga memiliki senjata nuklir, meski jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Amerika Serikat dan berfokus pada doktrin pencegahan, bukan dominasi global.

Keunggulan NATO terletak pada kekuatan kolektif dan kedalaman geografis.

Jika bersatu penuh, NATO mampu mengerahkan jutaan personel militer, jaringan pangkalan luas, serta dukungan industri pertahanan lintas negara.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved