Ramadan 2026
Apakah Berkata Kasar Bisa Membatalkan Puasa Ramadan? Simak Dalil dan Penjelasannya
Saat berpuasa Ramadan, terkadang kita berkata kasar. Lalu, apakah berkata kasar bisa membatalkan puasa Ramadan?
Ringkasan Berita:
- Berkata kasar saat puasa tidak membatalkan secara fikih, tetapi dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa.
- Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa orang yang masih berkata buruk atau menyakiti orang lain menjadi sia-sia.
- Menjaga lisan dan perilaku adalah bagian penting dari ibadah puasa, selain menahan lapar dan dahaga.
TRIBUNJATIM.COM- Saat berpuasa Ramadan, terkadang kita berkata kasar.
Lalu, apakah berkata kasar bisa membatalkan puasa Ramadan?
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
Selama menjalankan ibadah puasa, umat Muslim dituntut untuk menahan diri dari segala bentuk perbuatan yang dapat mengurangi nilai pahala.
Termasuk di antaranya menjaga ucapan agar tidak menyakitkan orang lain.
Lantas, apakah berkata kasar membatalkan puasa?
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 148:
يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَهْرَ بِالسُّوْۤءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا
lâ yuḫibbullâhul-jahra bis-sû'i minal-qauli illâ man dhulim, wa kânallâhu samî‘an ‘alîmâ
Artinya: "Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 di Sidoarjo, Lengkap Beserta Waktu Imsak
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah tidak menyukai ucapan yang buruk atau kasar.
Dilansir dari Tribunnews, larangan ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari, terlebih saat seseorang sedang menjalankan ibadah puasa.
Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Hj. Ari Hikmawati, S.Ag., M.Pd juga menyebutkan sabda Rasulullah SAW tentang hal ini.
Rasulullah SAW juga bersabda, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA., bahwa siapa saja yang tidak meninggalkan perkataan buruk dan perbuatan tercela, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.
Artinya, ketika seseorang berpuasa tetapi masih berkata kasar atau menyakiti orang lain, maka puasanya terancam menjadi sia-sia.
Baca juga: Bau Mulut saat Puasa? Begini Cara Mudah Mencegahnya
"Rasulullah SAW juga bersabda, dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa barang siapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan buruk atau mengamalkannya, maka bagi Allah itu tidak butuh ketika dia saat itu tidak makan dan tidak minum."
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-ramadan-panduan-ibadah-ramadan-dan-idul-fitri-di-tengah-pandemi-corona.jpg)