Berita Viral
Program MBG dengan Pemberian Menu Kering Ternyata Masih Picu Siswa Mokel saat Puasa
Program MBG di Kabupaten Pati ternyata malah memberikan dampak memicu siswa mokel atau batalkan puasa sebelum waktu berbuka.
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Ringkasan Berita:
- MBG picu siswa mokel di sekolah
- PCNU Kabupaten Pati mengusulkan agar MBG diganti saja dengan bahan sembako
- Pihak BGN mengungkapkan program MBG diberikan kebebasan pelaksaannya kepada pihak sekolah
TRIBUNJATIM.COM - Siswa di Kabupaten Pati ternyata masih kerap mokel meskipun sudah dihimbau berpuasa saat bulan ramadan.
Ternyata, salah satu penyebab atau pemicu batal puasa itu karena menerima paket makanan Program MBG.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Pati selama bulan Ramadhan memicu persoalan baru.
Persoalan inipun ditanggapi oleh NU cabang Kabupaten Pati belakangan.
Siswa mokel
Program yang bertujuan memenuhi gizi siswa tersebut dilaporkan membuat sejumlah siswa membatalkan puasa atau "mokel" setelah menerima paket makanan di sekolah.
“Walaupun sudah diupayakan menu kering, ternyata anak-anak masih terpengaruh untuk mokel,” ujar Ketua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, Sabtu (7/3/2026), dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
Yusuf menjelaskan, fenomena siswa membatalkan puasa ini ditemukan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pihak sekolah dan orangtua terhadap kedisiplinan ibadah anak-anak selama bulan suci.
Sebagai dampaknya, sejumlah yayasan dan lembaga pendidikan di Pati memutuskan untuk tidak menerima distribusi MBG selama Ramadan demi menjaga kelancaran ibadah siswa.
Baca juga: Viral Terpopuler: Sosok Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK Hingga Jadwal THR ASN, TNI dan Polri
Usul Dialihkan Jadi Paket Sembako Mentah
Menyikapi fenomena tersebut, PCNU Pati mengusulkan agar skema program MBG selama Ramadhan dievaluasi.
Yusuf menyarankan agar bantuan makanan siap saji dialihkan menjadi paket bahan pokok mentah atau sembako, seperti beras, telur, dan bahan makanan lainnya yang bisa diolah oleh orangtua di rumah masing-masing.
“Kalau makanan cepat saji khawatirnya langsung dimakan. Kalau sembako bisa dimasak di rumah,” jelas Yusuf.
Ia juga mengusulkan agar frekuensi pembagian paket mentah tersebut bisa dilakukan dua hingga tiga hari sekali atau seminggu sekali dengan menyesuaikan pagu anggaran yang tersedia.
Pihak BGN serahkan ke sekolah
Namun, usulan ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional (BGN).
| Menteri Bahlil Menilai Indonesia Sukses Melewati Masa Kritis Pasokan BBM Nasional: Alhamdulilah |
|
|---|
| Deretan Mobil Mewah Pemilik Tambang Batu Bara yang Disita Setelah Ditangkap Pencucian Uang |
|
|---|
| Pemilik Pangkalan LPG Oplosan Untung Rp 24 Juta Per Bulan, Cuma Bermodal Es Batu |
|
|---|
| Orang Tua Tak Terima Anak Gangguan Jiwa Setelah Perundungan, Sekolah Sebut Imbas Ayah Meninggal |
|
|---|
| Awal Mula Pria Telantar Dituduh Maling karena Sering Tidur di Garasi Rumah Kosong, Pemilik Maafkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Program-MBG-masih-picu-siswa-mokel-saat-puasa-di-Kab-Pati.jpg)