Berita Viral
Cara Hukam Mahasiswa Asal Banyumas Bertahan Hidup saat Iran Diserang AS, Internetpun Mati
Hukam seorang mahasiswa asal Banyumas sempat beberapa minggu bertahan di Iran karena konflik yang sedang memanas dengan AS dan Israel.
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Namun keesokan harinya, pada Sabtu bertepatan dengan 2 Ramadan, serangan mulai terjadi," katanya.
Pada tahap awal, mahasiswa Indonesia belum menerima instruksi khusus.
Mereka hanya mendapat imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi yang berkembang.
Situasi semakin berubah ketika pada 1 Maret 2026 muncul pengumuman mengenai imbauan evakuasi atau mengungsi secara mandiri.
"Pada saat yang sama, jaringan internet di Iran mulai dimatikan.
Kondisi ini membuat komunikasi menjadi sangat terbatas.
Komunikasi memang terbatas. Waktu perang tidak bisa berkomunikasi bebas.
Sebelum internet mati kami sudah menyampaikan kepada orang tua bahwa komunikasi akan terganggu," kata Hukam.
Ia menjelaskan bahwa saat itu komunikasi yang tersisa hanya melalui telepon seluler biasa.
Namun jaringan tersebut pun tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan ke luar negeri.
Meski demikian, keluarganya di Indonesia sudah memahami kondisi tersebut karena Iran sebelumnya juga pernah mengalami situasi konflik yang menyebabkan gangguan komunikasi.
Menyaksikan Drone di Langit Tehran
Walau berada di tengah situasi konflik, Hukam menyebut dirinya tidak berada di lokasi yang menjadi sasaran langsung serangan.
Menurutnya, kondisi di lingkungan kampus masih relatif aman meskipun ketegangan tetap terasa karena beberapa serangan mulai mengarah ke wilayah kota.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar target serangan lebih banyak menyasar fasilitas pemerintahan, seperti kantor pemerintahan daerah, dinas, hingga kementerian.
Dalam situasi tersebut, ia bahkan sempat menyaksikan langsung keberadaan drone yang beroperasi di langit Tehran.
Banyumas
Bertahan hidup
Dampak Perang Iran vs Israel Amerika
perang AS-Israel vs Iran
rudal Iran
Amerika Serikat
berita viral
Multiangle
meaningful
TribunJatim.com
| Dadan Hindayana Jawab soal Anggaran Rp5,7 M Aplikasi Rapat BGN, Dipakai untuk Koordinasi |
|
|---|
| Dikritik Dokter, Totok Sirih Ferizka Utami Tangani 250 Orang Sehari, Pasien Bayar Seikhlasnya |
|
|---|
| Nenek Sudah Bayar Rp150 Ribu, Ponselnya Malah Dikasih Tukang Servis ke Orang Lain |
|
|---|
| 7 Bocah Jual Tutup Drainase Hasil Curian Rp25 Ribu untuk Jajan, Orangtua Dipanggil Polisi |
|
|---|
| Sosok Ferizka Utami alias Ibu Ika, Praktisi Pijat Totok Sirih yang Viral Dikecam Dokter Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Mahasiswa-yang-bertahan-hidup-di-Iran-ketika-AS-dan-Israel-terus-gempur-militer.jpg)