Berita Viral

Cara Hukam Mahasiswa Asal Banyumas Bertahan Hidup saat Iran Diserang AS, Internetpun Mati

Hukam seorang mahasiswa asal Banyumas sempat beberapa minggu bertahan di Iran karena konflik yang sedang memanas dengan AS dan Israel.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
TribunJateng
SAKSI - Ahmad Hukam Mujtaba (25), mahasiswa asal Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang saat ini tengah melanjutkan studi magister sejarah di Iran, Rabu (11/3/2026). Hukam mengungkapkan caranya bisa bertahan hidup sebelum dipulangkan ke Indonesia lagi. 

Namun keesokan harinya, pada Sabtu bertepatan dengan 2 Ramadan, serangan mulai terjadi," katanya.

Pada tahap awal, mahasiswa Indonesia belum menerima instruksi khusus.

Mereka hanya mendapat imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi yang berkembang.

Situasi semakin berubah ketika pada 1 Maret 2026 muncul pengumuman mengenai imbauan evakuasi atau mengungsi secara mandiri.

"Pada saat yang sama, jaringan internet di Iran mulai dimatikan.

Kondisi ini membuat komunikasi menjadi sangat terbatas.

Komunikasi memang terbatas. Waktu perang tidak bisa berkomunikasi bebas.

Sebelum internet mati kami sudah menyampaikan kepada orang tua bahwa komunikasi akan terganggu," kata Hukam.

Ia menjelaskan bahwa saat itu komunikasi yang tersisa hanya melalui telepon seluler biasa.

Namun jaringan tersebut pun tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan ke luar negeri.

Meski demikian, keluarganya di Indonesia sudah memahami kondisi tersebut karena Iran sebelumnya juga pernah mengalami situasi konflik yang menyebabkan gangguan komunikasi.

Menyaksikan Drone di Langit Tehran

Walau berada di tengah situasi konflik, Hukam menyebut dirinya tidak berada di lokasi yang menjadi sasaran langsung serangan.

Menurutnya, kondisi di lingkungan kampus masih relatif aman meskipun ketegangan tetap terasa karena beberapa serangan mulai mengarah ke wilayah kota.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar target serangan lebih banyak menyasar fasilitas pemerintahan, seperti kantor pemerintahan daerah, dinas, hingga kementerian.

Dalam situasi tersebut, ia bahkan sempat menyaksikan langsung keberadaan drone yang beroperasi di langit Tehran.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved