Berita Viral

Arief Pinjam KUR Nasibnya Digantung, Terpaksa Pakai Pinjol Rp 50 Juta Tapi Bunga Mencekik

Hingga kini, kejelasan soal KUR yang sudah ia ajukan belum ada sampai akhirnya kini Arief terpaksa menggunakan pinjaman online alias pinjol.

Editor: Torik Aqua
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
PINJOL - Arief Dwi Wahyu Prasetya saat berada di tempat usahanya di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026). Pengusaha muda ini terlilit pinjol karena KUR-nya tidak disetujui bank. Hingga kini Arief tercekik bunga pinjol. 

Ringkasan Berita:
  1. Pengusaha Jember gagal mendapat KUR dan beralih ke pinjol berbunga tinggi.
  2. Utang pinjol mencapai Rp78 juta dari pinjaman Rp50 juta.
  3. Ia menilai akses KUR sulit dan memicu pelaku usaha terjerat pinjol.

 

TRIBUNJATIM.COM - Arief Dwi Wahyu, seorang pengusaha yang kini masih bingung dengan nasibnya yang sempat meminjam modal usaha melalui kredit usaha rakyat (KUR).

Hingga kini, kejelasan soal KUR yang sudah ia ajukan belum ada sampai akhirnya kini Arief terpaksa menggunakan pinjaman online alias pinjol.

Akibatnya, usaha Arief sampai terseok-seok.

Arief merupakan pengusaha yang menjalankan bisnis distributor air mineral dan juga produksi pentol di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Baca juga: Karier 2 ASN dan 2 PPPK Hancur Sekejap karena Terlilit Pinjol dan Judol, Dipecat dari Instansi

Pria asal Kabupaten Bondowoso ini masih terlilit pinjaman online (pinjol) dengan bunga tinggi di empat aplikator.

Jeratan utang tersebut membuat Arief harus memberhentikan dua pekerjanya.

Setiap bulan, Arief harus setor sebesar Rp6 juta untuk bayar utang pinjol yang harus dilakukan sebanyak 13 kali cicilan dengan tenggang waktu 3–6 bulan.

Sebelum terlilit pinjol, Arief telah menjalankan bisnis tersebut di kawasan Jember dan Bondowoso.

Arief mengaku, sebelumnya mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) di salah satu bank naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp200 juta di Bondowoso untuk pengembangan bisnisnya pada Juli 2025 silam.

"Saat itu sudah disurvei petugas dan petugas bank dari kantor Bondowoso, sudah oke termasuk dari supervisor," ujarnya, Jumat (3/4/2026).

"Tapi setelah ada cek dari bank kantor Jember tidak ada kejelasan," lanjut Arief.

Hingga Agustus 2025, kata dia, pihak bank BUMN tersebut tidak memberikan jawaban apa pun mengenai pengajuan KUR tersebut ditolak atau diterima.

"Sampai akhirnya kami bersurat ke pihak bank secara resmi, agar memberikan jawaban soal pengajuan pinjaman saya," imbuh Arief.

Arief selama ini tidak memiliki pinjaman dari bank mana pun, bahkan hal itu bisa ditelusuri melalui BI checking.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved