Perang Iran vs Israel Amerika
Perang Iran Bisa Picu Resesi Global, Negara Mana yang Paling Terdampak?
Negara mana yang paling terdampak dari terjadinya gonjang ganjing perekonomian global akibat dampak perang panas di Timur Tengah?
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Ringkasan Berita:
- Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa eskalasi perang di Iran berisiko menyeret ekonomi dunia ke dalam jurang resesi.
- Inggris menempati posisi puncak sebagai negara maju yang paling menderita akibat konflik ini.
- Amerika Serikat juga tidak luput dari dampak negatif, meski tidak separah Inggris, juga banyak negara berkembang lainnya.
TRIBUNJATIM.COM - Perang yang terjadi di Timur Tengah ternyata bisa memicu hal buruk lainnya kepada negara yang ada di dunia.
Perang di Timur Tengah yang kini sedang menyeret berbagai urusan negara di dunia karena Selat Hormuz itu berdampak terhadap perekonomian global.
Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa eskalasi perang di Iran berisiko menyeret ekonomi dunia ke dalam jurang resesi.
Krisis di Timur Tengah ini telah menyebabkan ketidakpastian pasar yang berdampak pada pemangkasan perkiraan pertumbuhan global untuk tahun 2026.
Laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru menunjukkan bahwa meski semua negara terdampak, tingkat kerentanannya sangat bervariasi tergantung pada ketergantungan energi dan posisi ekonomi awal mereka, dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Rabu (15/4/2026).
Negara mana saja yang paling terdampak oleh resesi global jika nanti terjadi?
Inggris: Negara G7 Paling Rentan
Inggris menempati posisi puncak sebagai negara maju yang paling menderita akibat konflik ini.
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris sebesar 0,5 poin menjadi hanya 0,8 persen untuk tahun 2026.
Angka ini merupakan penurunan paling tajam di antara negara-negara anggota G7.
Selain pertumbuhan yang lambat, Inggris harus menghadapi inflasi yang melonjak hingga hampir 4 persen, dua kali lipat dari target pemerintah.
Hal ini disebabkan karena ekonomi Inggris sangat terpapar oleh kenaikan harga energi global dan berada dalam posisi lemah sejak akhir 2025.
Negara terdampak: Amerika Serikat dan Negara Berkembang
Amerika Serikat juga tidak luput dari dampak negatif, meski tidak separah Inggris.
IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan AS tahun 2026 sebesar 0,1 poin menjadi 2,3 persen.
Di sisi lain, negara-negara berkembang dan pengimpor energi neto diprediksi akan menerima hantaman ekonomi yang sangat besar karena lonjakan biaya bahan bakar.
Seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (15/4/2026), Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menjelaskan risiko yang menghantui pasar global.
"Tentu saja setiap hari yang berlalu, dan setiap hari kita mengalami lebih banyak gangguan di pasar energi, kita semakin hanyut menuju skenario buruk," kata Pierre-Olivier Gourinchas.
Ancaman Resesi Global ke-5
Jika perang berlangsung intens hingga membuat harga minyak mentah melampaui 110 dollar AS per barel sampai tahun 2027, dunia akan masuk ke dalam "skenario parah".
Dalam kondisi ini, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi jatuh ke angka 2 persen.
Sejak tahun 1980, dunia baru mengalami kondisi serupa sebanyak empat kali, termasuk saat pandemi Covid-2019 dan krisis keuangan 2008.
Situasi ini memicu kritik tajam dari Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, terhadap strategi militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
"Perang di Iran bukanlah perang kami, tetapi itu akan mendatangkan kerugian bagi Inggris. Ini bukanlah biaya yang saya inginkan, tetapi ini adalah biaya yang harus kami tanggapi," kata Rachel Reeves, dikutip dari The Guardian, pada Rabu (15/4/2026).
Reeves menambahkan kekecewaannya terkait ketidaksiapan strategi keluar dari konflik tersebut.
"Memulai konflik tanpa kejelasan mengenai apa tujuannya dan tidak jelas tentang bagaimana Anda akan keluar dari sana, saya pikir itu adalah sebuah kebodohan. Saya merasa sangat frustrasi dan marah karena AS terlibat dalam perang ini tanpa rencana keluar yang jelas, tanpa ide yang jelas tentang apa yang ingin mereka capai," kata Rachel Reeves.
Saran Kebijakan IMF
Untuk memitigasi kerusakan ekonomi, IMF menyarankan pemerintah dunia untuk fokus pada kebijakan fiskal yang sangat terarah.
"Langkah-langkah yang tidak tepat sasaran – batas atas harga, subsidi, dan intervensi serupa – memang populer. Namun langkah-langkah tersebut sering kali dirancang dengan buruk dan berbiaya mahal," kata Pierre-Olivier Gourinchas.
Ekonomi Iran lumpuh 36 jam pasca blokade AS
Militer Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa blokade diterapkan secara tidak memihak.
Pembatasan aktivitas di pelabuhan-pelabuhan Iran berlaku bagi semua kapal, tanpa memandang asal negara armada itu berasal.
Kepastian tersebut disampaikan oleh U.S. Central Command atau Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah dan memimpin perang melawan Iran.
"Blokade tersebut diterapkan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan wilayah pesisir atau pelabuhan di Iran," kata CENTCOM melalui platform X resminya pada Rabu.
CENTCOM menyebut arus lalu lintas di pelabuhan-pelabuhan Iran kini di bawah pembatasan, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Rabu.
Milter AS juga menekankan bahwa seluruh aktivitas perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui jalur laut kini benar-benar terhenti.
AS klaim aktivitas terhenti sejak 36 jam blokade diberlakukan
Dalam waktu relatif singkat sejak kebijakan diberlakukan, arus perdagangan laut disebut mengalami gangguan signifikan.
Ketergantungan Iran terhadap jalur laut diyakini dapat membuat dampak blokade terasa lebih cepat.
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper mengatakan, sekitar 90 persen perekonomian Iran ditopang oleh perdagangan internasional melalui laut.
“Kurang dari 36 jam sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah menghentikan sepenuhnya arus perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran lewat laut,” ujar Cooper, dalam pernyataan pada Selasa malam.
Sementara itu, CENTCOM membeberkan, pembelakuan blokade mulai berlaku pada Senin pukul 10 pagi waktu Washington, DC (14.00 GMT).
Mereka juga menyatakan bahwa tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
resesi global
ancaman resesi global
penyebab resesi
perang di Timur Tengah
Multiangle
TribunJatim.com
berita viral
| Masih Butuh Belas Kasihan Iran, Trump Ingin Kembali Lakukan Negosiasi: Anda Harus Tetap di Sana |
|
|---|
| 5 Negara Teluk Arab yang Dituntut Iran Bayar Ganti Rugi Terkait Serangan AS-Israel |
|
|---|
| Bagaimana Cara AS Blokade Laut Iran Setelah Titik Damai Meleset? Ada 5 Hal yang Harus Diketahui |
|
|---|
| Daftar 5 Negara Arab yang Diseret Iran ke PBB, Dituntut Bayar Kerugian Akibat Serangan AS-Israel |
|
|---|
| Kapal Tankernya Santai Lewati Selat Hormuz, China Tanggapi Aksi Blokade Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Donald-Trump-serang-aset-energi-Iran-jika-Selat-Hormuz-tak-dibuka.jpg)