Pengamat Minta Presiden Prabowo Kurangi Pidato, Bandingkan dengan Cara Jokowi

Pangi berpandangan bahwa pendekatan kebijakan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat dapat menjadi langkah untuk memperbaiki sentimen publik.

Tayang:
Editor: Torik Aqua
Tribunnews/Taufik Ismail
PIDATO - Presiden Prabowo Subianto. Pengamat politik minta Prabowo puasa pidato sekaligus bandingkan dengan cara Jokowi. 

Ringkasan Berita:
  1. Pangi menyarankan Prabowo mengurangi pidato sementara waktu untuk meredam reaksi publik.
  2. Ia menilai sejumlah pidato Prabowo terlalu melebar dan kurang terarah dalam penyampaian pesan.
  3. Pangi membandingkan kemampuan Jokowi menjaga sentimen dan perasaan masyarakat dengan pendekatan komunikasi publik.

 

TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah dinilai perlu mengubah strategi komunikasi di tengah meningkatnya kritik dan aksi unjuk rasa.

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Ia menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa waktu ke depan untuk meredam tensi publik.

Selain itu, Pangi berpandangan bahwa pendekatan kebijakan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat dapat menjadi langkah untuk memperbaiki sentimen publik.

Ia juga membandingkan gaya komunikasi Prabowo dengan Presiden sebelumnya dalam menjaga hubungan emosional dengan masyarakat.

Baca juga: Anak Orang Kaya Kini Tak Lagi Dapat MBG, Nanik S Deyang: Presiden Prabowo Senang Banget

Menurut Pangi, berbagai kritik hingga aksi demo unjuk rasa yang terjadi tidak semata-mata karena kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Tetapi, Prabowo dinilai gagal menjaga sentimen masyarakat melalui pidato-pidatonya yang dinilai Pangi banyak yang tidak terarah.

"Menurut saya, enggak usah Prabowo pidato dulu, 1–2 bulan ini pasti mereda negara ini. Yakin sama saya, berhenti Pak Prabowo itu pidato dua bulan ini."

"Jangankan dua bulan, seminggu ini berhenti pidato, enggak ada orang demo lagi," ungkap Pangi saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Jumat (12/6/2026).

Setelah itu, lanjut Pangi, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan ekonomi yang langsung menyentuh dapur masyarakat.

Mulai menurunkan harga Pertamax, menggratiskan premi BPJS Kesehatan, menurunkan token listrik, hingga merealisasikan pemotongan komisi aplikasi ojek online menjadi 8 persen yang telah dijanjikan sebelumnya.

"Presiden Prabowo berhenti untuk ngotot. Jangan maksa gitu aja. Jangan ngeyel."

"Jangan coba-coba nantangin rakyat. Kasian. Jangan-jangan Presiden Prabowo ini lebih banyak prestasi daripada Jokowi. Cuma ketika dia pidato, justru menghilangkan semua prestasi itu," ungkap Pangi.

Pidato Prabowo Tidak Terarah

Pangi menilai banyak pidato Prabowo yang terlalu "liar" dan tidak terarah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved