Breaking News

Mengapa Harga BBM Nonsubsidi di Indonesia Naik? Dexlite Melonjak Jadi Rp23.600

Pemerintah Indonesia menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Luluul Isnainiyah
HARGA BBM NAIK - Kondisi SPBU Pertamina 54.651.11 di Jalan Jenderal Sudirman Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (31/3/2026). Pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. 

Ringkasan Berita:
  • Dewan Energi Nasional menjelaskan keputusan kenaikan harga BBM nonsubsidi telah melalui perhitungan matang dan mengacu pada regulasi yang berlaku.
  • Kenaikan harga BBM merupakan konsekuensi dari lonjakan harga minyak dunia yang terjadi sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari 2026.
  • Kenaikan harga BBM di Indonesia hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi. Sebaliknya, BBM subsidi, seperti Pertalite dan Solar Subsidi tidak naik.

 

TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah Indonesia menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100. 

Sementara itu, Dexlite melonjak menjadi Rp 23.600 per liter dari Rp 14.200, dan Pertamina Dex naik menjadi Rp 23.900 per liter dari Rp 14.500.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini terjadi saat harga minyak dunia sempat turun ke level terendah dalam beberapa pekan terakhir, bahkan berada di bawah 91 dollar Amerika Serikat (AS), setelah Iran membuka akses Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026).

Lantas, apa alasan di balik kebijakan menaikkan harga BBM?

Baca juga: 30 Tahun Pakai LPG Nonsubsidi, Warga Kesulitan Harga Naik Barengan BBM, Pengeluaran Membengkak

Mengacu pada Formula Harga

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari Ditjen Migas ESDM, Saleh Abdurrahman, menjelaskan keputusan kenaikan harga BBM nonsubsidi telah melalui perhitungan matang dan mengacu pada regulasi yang berlaku.

Ia menyebut, penetapan harga BBM nonsubsidi didasarkan pada formula yang mencakup harga dasar, margin, serta pajak.

Harga dasar tersebut dihitung berdasarkan Mean of Platts Singapore (MOPS), yang menjadi acuan utama harga bahan bakar di kawasan.

“Sudah ada formula harga BBM nonsubsidi dari Kementerian ESDM. Salah satunya adalah harga dasar yang mengacu pada MOPS,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (19/4/2026).

Menurut dia, kenaikan harga BBM saat ini merupakan konsekuensi dari lonjakan harga minyak dunia yang terjadi sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari 2026.

Selama periode tersebut, pemerintah menahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, agar tidak langsung membebani masyarakat.

“Sekarang MOPS-nya sudah naik. Kalau tidak disesuaikan, akan memberatkan badan usaha karena ini bukan BBM subsidi,” kata Saleh.

Meski Iran sempat membuka Selat Hormuz, kebijakan itu tidak berlangsung lama.

Kurang dari 24 jam kemudian, jalur tersebut kembali ditutup sebagai respons atas blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved