Info CPNS

Info CPNS 2026: Formasi Bakal Dirilis Mei, Pendaftaran Dibuka Bulan Juni

Formasi yang dibutuhkan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026 akan dirilis pada Mei 2026 mendatang.

Dok. KOMPAS.com
FORMASI CPNS 2026 (Arsip) - Ilustrasi tampilan laman SSCASN. Formasi yang dibutuhkan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026 akan dirilis pada Mei 2026 mendatang. 

Dia mengatakan hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Menteri PAN-RB akan meminta pendapat ke Menteri Keuangan apakah pertimbangan teknis yang diusulkan Kepala BKN dapat dibiayai dengan APBN atau APBD. Gampangnya apakah belanja pegawainya tersedia," tuturnya.

Baca juga: Efisiensi Besar-besaran, Pemkot Blitar Tiadakan Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun 2026

Rasio ASN Indonesia Lebih Kecil Dibanding Malaysia dan Thailand

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan rasio ASN di Indonesia dibanding penduduk sebesar 2,4 persen.

Dalam pemaparannya, total ASN di Indonesia saat ini mencapai 6,7 juta orang.

Sementara, total penduduk Indonesia mencapai 285 juta orang.

"Rasio ASN di Indonesia sebesar 2,4 persen atuau 23,56 ASN per 1.000 penduduk," demikian tertulis dalam slide pemaparan yang ditampilkan Ridwan.

Rasio tersebut, sambungnya, lebih kecil dengan negara lain seperti Malaysia ataupun Thailand.

Adapun total ASN di Malaysia sebanyak 1,7 juta orang dengan jumlah penduduk mencapai 34 juta orang. Sehingga rasionya adalah 5 persen.

Sedangkan Thailand, pegawai ASN mencapai 2,7 juta orang dengan total penduduk sebanyak 71 juta orang. Rasionya yakni, 3,8 persen.

Baca juga: CPNS 2026 Segera Dibuka? Menpan-RB Ungkap 160.000 ASN Pensiun Jadi Peluang

Jumlah ASN Bakal Ditingkatkan

Berkaca dari data tersebut, Ridwan menyebut akan adanya peningkatan rasio jumlah ASN menjadi 3-3,4 persen atau 30-34 ASN per 1.000 penduduk.

"Bahwa untuk menopang Asta Cita, Indonesia perlu bergerak dari rasio 2,4 persen menjadi 3 atau 3,4 persen," tuturnya."

Namun, dia menjelaskan tujuan tersebut bisa tercapai bukan tanpa tantangan yaitu perlunya perencanaan yang matang terkait kebutuhan formasi ASN yang diperlukan.

Ridwan mengatakan peningkatan rasio jumlah ASN juga harus disertai perbaikan pelayanan publik.

"Tapi tidak sekedar itu, ada beberapa hal yang mungkin perlu diketahui bahwa perencanaan kebutuhan ini ada di hulu atau awal titik manajemen ASN."

"Sehingga kita semua merancang dan menjamin bagaimana agar layanan publik ini lebih baik yaitu tepat, merata, dan berdampak," katanya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved