Berita Viral

Kepala BGN Jawab Isu MBG Butuh 19.000 Sapi Perhari, Dadan Hindayana Tanggapi Kekhawatiran Publik

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan klarifikasi mengenai isu MBG yang membutuhkan 19.000 ekor sapi untuk menu tiap hari.

Tayang:
Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
via/Warta Kota
MOTOR LISTRIK - Kepala BGN, Dadan Hindayana angkat bicara soal ucapan Menkeu Purbaya terkait motor listrik, Selasa (14/4/2026). 

Dia juga mengungkapkan bahwa kliennya mengalami tekanan sosial selama proses berlangsung, termasuk perundungan dan tuduhan menyebarkan informasi tidak benar.

“Klien kami menghadapi tekanan luar biasa. Jika sampai diminta minta maaf, itu justru memperkuat stigma negatif terhadap korban,” katanya.

Fransisco menegaskan bahwa upaya hukum yang ditempuh bukan sekadar untuk mengembalikan kerugian materi, tetapi juga untuk mencari kebenaran dan keadilan. Dia mendesak aparat kepolisian bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Awal Mula Kasus 

Kasus ini bermula dari proyek pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan SPN Polda NTT.

Menurut keterangan korban, proyek tersebut sepenuhnya dikelola oleh Jesica Sonabella Sodakain dengan dana yang dihimpun secara gotong royong.

Riesta Megasari disebut tidak terlibat dalam pembangunan fisik, melainkan hanya diminta memberikan bantuan berupa uang tunai dan pembelian bahan bangunan.

Total dana yang telah dikeluarkan korban mencapai Rp 97 juta.

Jesica sebelumnya berjanji akan mengembalikan dana tersebut secara bertahap, dengan pembayaran awal sebesar Rp 20 juta pada 2 Mei 2025.

Namun, realisasi pembayaran hanya mencapai Rp 15 juta, yakni Rp 5 juta pada 12 Mei 2025 dan Rp 10 juta pada 27 Mei 2025.

Hingga kini, sisa kewajiban disebut belum dilunasi.

Baca juga: Aksi Pegawai Dapur MBG di Kangean Asyik Joget Sambil Sawer Uang Jadi Sorotan, Pihak SPPG: Refreshing

Sebagai bukti, korban menyimpan percakapan pribadi yang menunjukkan bahwa tawaran pinjaman dan skema cicilan berasal dari pihak terlapor.

Selain kerugian materi, pihak kuasa hukum juga menyoroti dampak psikologis yang dialami korban dan keluarganya.

Mereka disebut mengalami tekanan akibat serangan dari akun-akun anonim di media sosial yang diduga dilakukan secara terstruktur.

“Klien kami diserang habis-habisan oleh akun palsu. Ini bukan sekadar perkara hukum, tapi sudah menyentuh nama baik dan kondisi psikologis keluarga,” ungkap Fransisco.

Dia menilai, serangan tersebut tidak terjadi secara kebetulan dan patut didalami lebih lanjut.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved