Berita Viral

PM Jepang Bisa Multitasking Urus Negara dan Suami, Sehari Cuma Tidur 2 Jam

Cara hidup Perdana Menteri Jepang ternyata tak pernah terduga sebelumnya, sehari dirinya cuma tidur 2 jam karena harus urus negara dan suami.

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Istimewa/Tribunnews
KESEHATAN TIDUR - Sanae Takaichi menunggu keputusan pemunngutan suara di sidang khusus parlemen siang ini sekitar jam 13.40 waktu Jepang, 21 Oktober 2025 lalu. Gaya hidup Sanae Takaichi ternyata ekstrem, ia cuma tidur sekitar 2-4 jam sehari. 

Ringkasan Berita:
  • PM Jepang ternyata bisa menjalani cara hidup ekstrem yakni tidur hanya 2-4 jam sehari
  • Sanae Takaichi harus mengurus suami dan negara secara bersamaan
  • Warganya dan pejabat pemerintahannya mulai khawatir dengan kondisi kesehatan tersebut.

 

TRIBUNJATIM.COM - Kondisi gaya hidup ekstrem ternyata dijalani oleh Kepala Pemerintahan Jepang, Sanae Takaichi.

Sebagai kepala pemerintahan "Negara Matahari Terbit", Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menghadapi masalah kurang tidur yang parah.

Dia bahkan hanya tidur dua sampai empat jam saban harinya.

Di balik hiruk-pikuk politik dan kesibukannya mengurus negara, Takaichi yang dikenal sebagai orang yang gila kerja alias workaholic mengaku mengalami kurang tidur yang ekstrem hingga kesulitan mengelola makanannya sendiri.

Melansir laporan Sankei Shimbun, curahan hati Takaichi ini terungkap saat dirinya bertemu dengan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal, Akira Amari, di kediaman resminya.

Dalam pertemuan tersebut, Amari sempat bertanya mengenai jam istirahatnya.

"Apakah Anda beristirahat dengan benar?" tanya Amari, sebagaimana dilansir The Chosun Daily, Jumat (24/4/2026), dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Jumat.

Takaichi lantas menjawab dengan jujur.

"Saya ingin tidur sedikit lebih lama," jawab Takaichi.

Baca juga: Jualan Cilok, Nenek Mislicha Bisa Tunaikan Ibadah Haji: Istiqomah Nabung Rp 10 Ribu Per Hari

Tak hanya soal waktu istirahat, PM Jepang ini juga mengeluhkan pola makannya sejak pindah ke kediaman resmi yang bersebelahan dengan kantor perdana menteri tersebut. 

Dia mengaku kesulitan mengatur makanan di tengah jadwal yang padat dan akses yang terbatas.

"Makan itu hal yang sulit," ujar Takaichi.

Sebelumnya, pada Februari dia juga sempat membagikan tantangan makanan yang dihadapinya. 

"Satu-satunya cara adalah makanan beku. Saya tidak bisa pergi keluar untuk membeli bahan makanan, jadi jika makanan beku habis, selesailah sudah," tuturnya.

Demi karir

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved