Berita Viral

PM Jepang Bisa Multitasking Urus Negara dan Suami, Sehari Cuma Tidur 2 Jam

Cara hidup Perdana Menteri Jepang ternyata tak pernah terduga sebelumnya, sehari dirinya cuma tidur 2 jam karena harus urus negara dan suami.

Penulis: Ignatia | Editor: Ignatia Andra
Istimewa/Tribunnews
KESEHATAN TIDUR - Sanae Takaichi menunggu keputusan pemunngutan suara di sidang khusus parlemen siang ini sekitar jam 13.40 waktu Jepang, 21 Oktober 2025 lalu. Gaya hidup Sanae Takaichi ternyata ekstrem, ia cuma tidur sekitar 2-4 jam sehari. 

Bahkan, penelitian yang dikutip Kompas menyebutkan bahwa kekurangan tidur hanya 1–2 jam saja sudah bisa menurunkan kondisi tubuh sehingga meningkatkan risiko kecelakaan hingga dua kali lipat karena kantuk dan hilangnya fokus.

Dalam artikel kali ini, tim redaksi akan menunjukkan beberapa hal yang bisa membuang-buang waktu hingga menghalangi jalan menuju kesuksesan. Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Dalam artikel kali ini, tim redaksi akan menunjukkan beberapa hal yang bisa membuang-buang waktu hingga menghalangi jalan menuju kesuksesan. Simak informasi lengkapnya berikut ini. (Pexels/Marcus Aurelius)

Secara fisiologis, tubuh yang hanya tidur sangat sedikit (misalnya 2 jam) mengalami ketidakseimbangan hormon dan sistem metabolisme.

Kompas melaporkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur gula darah (insulin), meningkatkan tekanan darah, serta memicu peradangan dalam tubuh.

Dampaknya tidak main-main: risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kenaikan berat badan meningkat karena tubuh kehilangan kemampuan mengatur rasa lapar dan energi dengan normal.

Dalam jangka lebih panjang, efeknya menjadi lebih fatal.

Kurang tidur kronis dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit serius seperti stroke, yang merupakan salah satu penyebab kematian utama.

Baca juga: Pemkot Batu Bakal Gandeng Nagoya University Jepang dan UB Kembangkan Pertanian dan Pariwisata

Selain itu, tubuh sebenarnya tidak bisa “beradaptasi” dengan kurang tidur seperti yang sering dianggap orang; dampak buruknya tetap terakumulasi dan merusak kesehatan secara perlahan.

Bahkan kesehatan mental dan produktivitas juga ikut terganggu, membuat seseorang lebih mudah stres, emosional, dan tidak stabil secara psikologis.

Dengan demikian, jika seseorang hanya tidur sekitar 2 jam, yang terjadi bukan sekadar “kurang istirahat”, tetapi gangguan menyeluruh pada otak, hormon, dan organ tubuh yang bisa berujung pada kecelakaan, penurunan fungsi tubuh, hingga peningkatan risiko penyakit mematikan bila berlangsung terus-menerus.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved