Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek

Update Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek, Sebanyak 3 Korban Terjepit Kini Dievakuasi

Sebanyak 3 korban terjepit dalam kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi.

Editor: Januar
Tribunnews.com
KECELAKAAN KERETA - Proses evakuasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi, penumpang KRL terjepit akibat ditabrak KA Anggrek Bromo, Senin (27/4/2026). Insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur mengakibatkan 7 orang meninggal dan 81 korban luka, serta 3 korban masih terjepit gerbong. 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur menyebabkan 7 orang meninggal dan 81 luka-luka; tiga korban yang sempat terjepit berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup.
  • Proses evakuasi berlangsung sulit dan memakan waktu hingga 8 jam karena korban terjepit logam tebal, sehingga membutuhkan teknik ekstrikasi khusus dan melibatkan sekitar 30 personel SAR.

 

TRIBUNJATIM.COM - Sebanyak 3 korban terjepit dalam kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi.

Itu seperti yang disampaikan oleh Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii.

Dilansir dari Tribunnews, kecelakaan kereta KRL commuter line dengan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam, menjadi perhatian luas.

Pasalnya, insiden tabrakan kereta tersebut, mengakibatkan 7 orang meninggal dan 81 korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Informasi terbaru, tiga korban yang sempat terjebak di dalam gerbong KRL berhasil dievakuasi.

"Tiga hidup sudah berhasil kita evakuasi," jelas Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, dalam keterangan persnya, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Kecalakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Jadwal Kereta Api di Daop 9 Jember Tak Terganggu

Namun, Syafii mengatakan, belum bisa memastikan apakah masih ada korban tersisa di dalam rangkaian. 

Sebelumnya, update pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Selasa pukul 03.00 WIB, korban terjepit berjumlah 7 orang. 

"Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup, namun kondisinya masih terjepit. Sehingga kita akan berupaya untuk secepat mungkin memisahkan korban."

"Jadi yang ada di permukaan yang terlihat sementara masih ada 7 korban masih akan dievakausi," ucap Kepala Basarnas.

Mohammad Syafii menambahkan bahwa kondisi korban terjepit dalam rangkaian kereta tetap diberikan penanganan medis.

"Korban dalam penanganan medis, ketika mereka merasakan sakit yang berlebihan diberikan penanganan medis, karena kaki terjepit," imbuhnya. 

Adapun seluruh korban terjepit dalam gerbong KRL adalah perempuan.

Lebih lanjut, Kepala Basarnas mengungkapkan kendala yang dihadapi pihaknya saat melakukan proses evakuasi, salah satunya ketebalan logam otomotif.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved