3 Dampak Jika Rupiah Tembus Rp20.000 per Dollar AS, Ekonom Ungkap Penyebab
Jika Rupiah tembus Rp20.000 maka akan berdampak di antaranya inflasi meningkat hingga cicilan utang luar negeri naik.
Ringkasan Berita:
- Nilai tukar Rupiah melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.223 dolar AS.
- Ekonom menyebut jika Rupiah tembus Rp20.000 maka akan berdampak di antaranya inflasi meningkat, cicilan utang luar negeri naik, capital outflow meningkat.
- Penyebab pelemahan nilai tukar Rupiah merupakan kombinasi dari banyak faktor, di antaranya komunikasi yang buruk dari pemerintah.
TRIBUNJATIM.COM - Nilai tukar Rupiah melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.223 dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.211 per dolar AS per Selasa (28/4/2026).
Kondisi pelemahan Rupiah telah memicu kekhawatiran di media sosial.
Sejumlah unggahan bahkan membahas skenario jika Rupiah melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS.
Lalu, apa dampaknya jika Dollar AS benar-benar menembus Rp 20.000?
Serta apa penyebab pelemahan Rupiah saat ini?
Dampak Jika 1 Dollar AS Tembus Rp 20.000
Ekonom Senior Universitas Paramadina sekaligus praktisi kebijakan publik, Wijayanto Samirin, mengatakan ada sejumlah dampak yang dapat terjadi jika nilai tukar mencapai level tersebut.
“Tidak diharapkan 1 USD mencapai Rp 20.000 dalam waktu dekat. Namun jika itu terjadi, dampaknya akan segera terasa,” ujarnya, saat dimintai pandangan Kompas.com, Senin (27/4/2026).
Beberapa dampak tersebut antara lain:
- Inflasi meningkat, akibat kenaikan harga barang impor (imported inflation).
- Cicilan utang luar negeri naik, baik pemerintah maupun swasta karena nilai rupiah melemah.
- Capital outflow meningkat, karena kepercayaan terhadap Rupiah menurun sehingga menekan nilai tukar lebih jauh.
Baca juga: Apa itu Rupiah Undervalued? BI Ungkap Perang Iran-AS Berdampak ke Nilai Tukar
Penyebab Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Wijayanto mengatakan, penyebab pelemahan nilai tukar Rupiah merupakan kombinasi dari banyak faktor. Berikut di antaranya:
Komunikasi yang buruk dari pemerintah
Wijayanto mengatakan, komunikasi yang buruk dari pemerintah, terkhusus Menteri Keuangan dalam 1-2 minggu terakhir menjadi salah satu penyebabnya.
"Misalnya terkait ide memajaki Selat Malaka dan menolak tawaran utang Dana Moneter Internasional (IMF)," kata Wijayanto.
Menurutnya, hal ini justru mengindikasikan bahwa IMF menilai Indonesia mengalami kesulitan fiskal sehingga menawarkan utang tersebut.
Selain itu, pernyataan tidak umum terkait komitmen S&P (Standard & Poor's), salah satu lembaga pemeringkat kredit terbesar di dunia, yang menjamin rating Indonesia tidak berubah dalam 2 tahun ke depan, juga dinilai Wijayanto menjadi faktornya.
"Kemudian, beberapa kritik yang tidak proper ke investor dan berbagai lembaga keuangan asing," tambah Wijayanto.
Baca juga: 13 Warga Sudah Bayar Tapi Tak Kunjung Umrah, Pelaku Baru Kembalikan Rp 10 Juta dari Miliaran Rupiah
Kebijakan fiskal jauh dari stabil dan tidak berkepanjangan
Nilai tukar rupiah
dolar
Rupiah
Rupiah Melemah
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
berita viral
| Tradisi Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Mirip Kerbau dan Syukuran Hasil Bumi |
|
|---|
| 50 Mobil Pikap Koperasi Merah Putih dari India Tiba di Bondowoso, Kades Antusias |
|
|---|
| Candi Simbatan Magetan, Petirtaan Suci Peninggalan Medang dengan Air Sakral dan Tradisi Dewi Sri |
|
|---|
| Praperadilan Oknum Wartawan yang Diduga Peras Pengacara di Mojokerto Ditolak |
|
|---|
| Sejarah Museum Kanjeng Sepuh Sidayu dan Jejak Pemimpin Kadipaten Pembela Rakyat di Gresik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-gambar-uang-yang-hendak-inflasi-karena-rupiah-kini-makin-melemah.jpg)