Breaking News

Korupsi Eks Pejabat Badan Gizi Nasional

Prabowo Subianto Akui Berat Copot Dadan Cs: Program MBG Terlalu Penting untuk Dipertaruhkan

Prabowo mengakui dirinya begitu menyayangi dan memercayai mantan pimpinan BGN itu dalam menjalankan tugas negara yang berat.

Tayang:
Editor: Ani Susanti
Dokumen Sekretariat Presiden
KORUPSI PEJABATN BGN - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal kasus korupsi tata kelola program MBG atau Makan Bergizi Gratis. Prabowo mengatakan, dirinya sebenarnya sangat sedih karena harus mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan para Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mencopot pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) akibat kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Prabowo menyatakan rasa sedih atas pencopotan tersebut namun menegaskan komitmennya untuk berpihak pada rakyat dan hukum
  • Program MBG dinilai sangat krusial bagi kemajuan ekonomi dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa

TRIBUNJATIM.COM - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal kasus korupsi tata kelola program MBG atau Makan Bergizi Gratis.

Di mana dalam kasus ini Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan para Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung menjadi tersangka dan telah dicopot dari jabatannya.

Prabowo mengatakan, dirinya sebenarnya sangat sedih karena harus mencopot ketia pemimpin BGN tersebut.

Prabowo mengakui dirinya begitu menyayangi dan memercayai mantan pimpinan BGN itu dalam menjalankan tugas negara yang berat.

"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ujar Prabowo, di hadapan 12.000 penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Meski begitu, Prabowo mengatakan tidak ingin banyak komentar, mengingat Dadan, Sony, dan Lodewyk sedang menghadapi masalah hukum.

Dia menegaskan tidak akan berusaha memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

"Tapi, yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," tutur Prabowo.

Baca juga: Modus Korupsi Dadan Hindayana Cs Selama Pimpin BGN hingga Dapat Miliaran Rupiah Per Hari

Prabowo mengatakan, dirinya memang sudah mendapat laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, dan penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG oleh pimpinan BGN.

Dia mengingatkan bahwa pengaruh pimpinan sangat besar dalam setiap organisasi.

Sehingga, jika pemimpinnya tidak baik maka organisasinya juga tidak akan baik.

"Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," tutur Prabowo.

Sebut MBG Program yang Sangat Penting

Prabowo bercerita, ketika mendapat laporan mengenai penyelewengan MBG oleh Dadan, Sony, dan Lodewyk, dirinya langsung memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M Yusuf Ateh, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, serta beberapa pejabat lain.

"Saya tanya, 'tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara, menyangkut rakyat kita yang sedang perlu bantuan afirmasi, bantuan berpihak'," tegas Prabowo.

Prabowo menyampaikan, jika melihat negara maju, mereka menggunakan makanan untuk anak sekolah, demi mengurangi kemiskinan dan fisik mereka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved