Tak Pernah Diajak Dadan Rapat, Nanik S Deyang Cuma Dilibatkan saat Ada Kasus Keracunan
Nanik S Deyang mengaku perannya dibatasi, terutama dalam urusan investigasi dan pengawasan anggaran MBG.
Ringkasan Berita:
- Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang menyatakan selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, ia tidak pernah dilibatkan dalam rapat penting bersama eks pimpinan sebelumnya.
- Nanik mengaku perannya dibatasi, terutama dalam urusan investigasi dan pengawasan anggaran.
- Ia menyebut lebih sering dilibatkan dalam kasus darurat seperti kejadian luar biasa (KLB), sementara keputusan pengadaan dan keuangan tidak pernah melibatkan dirinya secara langsung.
TRIBUNJATIM.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (Badan Gizi Nasional) Nanik S. Deyang menyampaikan dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan utama di internal lembaga, khususnya terkait rapat bersama eks pimpinan sebelumnya.
Nanik yang ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan posisi Kepala BGN pada 2 Juni 2026 itu menegaskan selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, ia tidak pernah diajak dalam rapat-rapat penting bersama Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
Ketiga nama tersebut sebelumnya telah dicopot dari jabatan pimpinan BGN dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung (Kejaksaan Agung Republik Indonesia) pada 3 Juni 2026.
Nanik menuturkan, selama menjabat, dirinya kerap tidak mengetahui secara detail agenda rapat karena dokumen baru diberikan menjelang pelaksanaan, termasuk dalam forum rapat dengan DPR.
Hal itu membuatnya sulit mengikuti secara utuh materi yang dibahas.
"Kalau ada pengadaan-pengadaan aja, enak aja, gua nggak ikut. Pengadaan kan bulan Juni (2025) Selain nggak ikut (pengadaan), gua ini kagak pernah diajakin rapat (oleh Dadan dkk)," katanya dikutip dari YouTube Total Politik, Minggu (14/6/2026), dilansir dari Tribunnews.
Ia juga mengaku ruang kerjanya sebagai Wakil Kepala BGN dibatasi, terutama dalam hal investigasi keuangan.
Menurutnya, tugas investigasi lebih banyak difokuskan pada penanganan kasus-kasus tertentu seperti kejadian luar biasa (KLB), misalnya kasus keracunan, bukan pada audit atau pengawasan anggaran.
"Investigasi gua itu dikavling (dibatasi) lagi kalau cuma ada kejadian-kejadian KLB. Jadi bukan gua investigasi soal duit, itu nggak ada. Jadi ya bagian gua itu yang udah di pinggiran lah," jelas perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 59 tahun lalu itu.
Nanik menegaskan dirinya baru benar-benar dilibatkan ketika terjadi kasus-kasus darurat di lapangan, sementara urusan pengelolaan anggaran tidak pernah menjadi bagian dari tugas yang ia jalankan secara langsung.
Selain itu, Nanik menyebut saat diminta Prabowo untuk menjadi Wakil Kepala BGN, dia mengaku ditugasi untuk menjadi penengah terhadap petinggi BGN yang memiliki latar belakang beragam.
"Mungkin di situ, bapak butuh bonek nih. Jadi dia (Prabowo) taruh bonek biar di situ nggak berantem-berantem, gitu lho," ujar lulusan Fakultas Biologi di Universitas Jenderal Soedirmaan (Unsoed) tersebut.
Baca juga: Anak Orang Kaya Kini Tak Lagi Dapat MBG, Nanik S Deyang: Presiden Prabowo Senang Banget
Sering Kritik Program MBG
Nanik turut menduga Dadan tidak senang terkait keberadaan dirinya saat menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Pasalnya, ia mengakui kerap mengkritik program MBG saat belum menjadi pejabat di BGN.
Badan Gizi Nasional
Nanik S Deyang
Dadan Hindayana
makan bergizi gratis
MBG
BGN
Tribun Jatim
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
| Sosok Nico Paz, Pemain Andalan Como yang Diisukan Tak Mau Balik ke Real Madrid |
|
|---|
| Daftar 5 Tersangka Korupsi MBG dan Perannya, Kejagung Ungkap Dua Modus Besar |
|
|---|
| Isu Jokowi Jadi Dewan Pembina PSI, PDIP Singgung Warisan Utang Kini Jadi Beban Prabowo |
|
|---|
| Cerita Denisha Mencari Ruang Bermain untuk Putrinya, Piataland Jadi Oase di Tengah Kota Malang |
|
|---|
| Makna Ziarah Megawati di Blitar: Doa untuk Indonesia hingga Warisan Digital Bung Karno |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Nanik-S-Deyang-cuma-dilibatkan-saat-ada-kasus-keracunan-tak-pernah-diajak-Dadan-rapat.jpg)