Sakera Mania Datangi DPRD, Desak Kejelasan Masa Depan Persekabpas, Stagnan di Liga 3

Puluhan perwakilan suporter Persekabpas Pasuruan yang tergabung dalam Sakera Mania mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan,

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
AMBIL SIKAP - Perwakilan Sakera Mania, suporter tim Persekabpas Pasuruan saat ditemui Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat bersama jajarannya di gedung dewan. 

Ringkasan Berita:
  • Suporter Sakera Mania meminta kejelasan masa depan Persekabpas Pasuruan.
  • DPRD siap memfasilitasi pertemuan antara Pemda, manajemen, investor, dan suporter.
  • Manajemen menegaskan Persekabpas tidak dijual dan tetap milik 50 klub anggota.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Puluhan perwakilan suporter Persekabpas Pasuruan yang tergabung dalam Sakera Mania mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/2/2026) siang.

Kedatangan mereka bukan untuk berunjuk rasa, melainkan menyampaikan kegelisahan atas masa depan klub kebanggaan yang dinilai berjalan di tempat.

Ketua Yayasan Suporter Sakeramania Rosul menuturkan, dua musim terakhir Persekabpas gagal melangkah lebih jauh di Liga 3.

Menurutnya, langkah Persekabpas selalu terhenti di babak delapan besar, apalagi menembus Liga 2.

Baca juga: Taklukkan Gresik United, Pelatih Persekabpas Pasuruan Ungkap Kunci Kemenangan di Tengah Hujan

Minta Pengelolaan Klub Lebih Transparan

“Kami ingin difasilitasi bertemu Pemda, pemilik PT Persekabpas, klub internal, dan suporter. Duduk bersama membahas masa depan Persekabpas,” ujarnya.

Menurut Rosul, pengelolaan klub harus dibenahi agar ada perubahan nyata.

Persekabpas, kata dia, dimiliki 50 klub anggota. Karena itu, jika ada investor yang berminat, harus ada kesepakatan jelas dan tertulis.

Baca juga: Pemkab Pasuruan Mulai Normalisasi Sungai Anak Wrati untuk Kurangi Risiko Banjir ke Pemukiman Warga

“Kalau ada yang mau memegang atau membiayai, buat MoU yang terang. Jangka waktunya berapa lama, skemanya seperti apa. Jangan abu-abu,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kabar soal rencana pelepasan klub yang disertai kewajiban melunasi utang.

DPRD Siap Fasilitasi, Manajemen Tegaskan Klub Tak Dijual

Kondisi itu, kata Rosul, membuat suporter kian resah karena akhirnya Persekabpas ini bisa diperjualbelikan.

“Kami hanya ingin Persekabpas berkembang, naik kelas, bukan stagnan tanpa kepastian,” tambahnya.

Perwakilan Sakera Mania lainnya, Adi, menilai hubungan antara pemerintah daerah dan manajemen klub belum harmonis. Situasi itu dinilai turut memengaruhi perjalanan tim.

“Harapan kami, hubungan ini diperbaiki. Pak Bupati pernah berkomitmen Persekabpas naik kasta. Maka semua harus duduk bersama, cari solusi,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat menyatakan aspirasi suporter sejalan dengan harapan dewan dan masyarakat, Persekabpas harus lebih baik ke depan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved