Tradisi dan Budaya di Jatim

Mengenal Ragam Tradisi Leluhur Pasuruan: Petik Laut sampai Pencak Silat Kuntu Mancilan

Tradisi Petik Laut hingga Tari Pasuruan Kondang jadi bukti kekayaan budaya Kota Pasuruan yang sarat nilai religi, sejarah dan kebersamaan masyarakat.

Istimewa
RAGAM TRADISI PASURUAN - Foto perayaan Merdeka Heppiii di Pasuruan yang disambut antusias ribuan warga. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Pasuruan tetap mempertahankan warisan leluhur.  Tradisi itu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memiliki nilai religi, sejarah, dan kebersamaan sosial yang kuat, Kamis (12/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kota Pasuruan memiliki beragam tradisi dan kesenian seperti Petik Laut, Praonan, Pencak Silat Kuntu Mancilan, serta berbagai tarian yang menjadi identitas budaya daerah.
  • Tradisi tersebut mengandung nilai religi, sejarah, dan kebersamaan sosial, serta terus dilestarikan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
  • Berbagai warisan budaya ini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga daya tarik wisata dan simbol jati diri masyarakat Pasuruan.

 

TRIBUNJATIM.COM – Kota Pasuruan dikenal sebagai Kota Santri sekaligus daerah pesisir yang kaya tradisi dan budaya

Beragam kesenian dan ritual adat tumbuh dari kehidupan masyarakatnya, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan lingkungan pesantren. 

Hingga kini, tradisi-tradisi tersebut tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah.

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Pasuruan tetap mempertahankan warisan leluhur. 

Tradisi itu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memiliki nilai religi, sejarah, dan kebersamaan sosial yang kuat.

Berikut ragam tradisi dari Pasuruan yang dirangkum oleh TribunJatim.com, Kamis (12/2/2026).

Tradisi Petik Laut
Petik laut, tradisi wujud syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah sepanjang tahun. Tradisi ini rutin digelar setiap 1 Sura.

Petik Laut, Tradisi Syukur Nelayan Pesisir

Petik Laut merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Kota Pasuruan yang digelar setiap 1 Sura atau 1 Muharram.

Tradisi ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur para nelayan atas hasil tangkapan ikan yang melimpah sepanjang tahun.

Rangkaian kegiatan Petik Laut diawali dengan Khotmil Quran dan lomba albanjari. 

Suasana religius terasa kental sebelum memasuki acara inti yang paling dinanti, yakni pelarungan sesaji ke tengah laut.

Ratusan perahu nelayan dikerahkan dan dihias dengan bendera serta umbul-umbul warna-warni. 

Kepala sapi dan nasi tumpeng yang dibentuk menyerupai perahu kemudian dilarung sebagai simbol persembahan dan doa keselamatan.

Tradisi ini selalu menarik perhatian ribuan warga dan wisatawan luar daerah.

Selain menjadi ritual sakral, Petik Laut juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas masyarakat pesisir Pasuruan.

Baca juga: Meriahnya Tradisi Megengan di Jombang untuk Sambut Ramadan 2026, Warga Ikut Serbu Grebeg Apem

TRADISI PRAONAN -  Perayaan Lebaran Ketupat, yang dilaksanakan tepat satu minggu setelah Idul Fitri.
Tradisi ini digelar di Pelabuhan Kota Pasuruan dan menjadi agenda yang dinanti warga setiap tahunnya.
Tradisi praonan dilaksanakan tepat satu minggu setelah Idul Fitri. Tradisi ini digelar di Pelabuhan Kota Pasuruan dan menjadi agenda yang dinanti warga setiap tahunnya. (pasuruankota.go.id)

Praonan, Meriahnya Lebaran Ketupat di Pelabuhan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved