Usulan DPRD Pasuruan Soal Penataan Pasar Tumpah Ranggeh: Perkuat Ekonomi Rakyat dan PAD

Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sudarma Adi
TribunJatim.com/Galih Lintartika
ScreenshotPELUANG BESAR - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rias Judikari Drastika saat berkeliling di Pasar tumpah yang ada di depan Pasar Ranggeh 

Ringkasan Berita:
  • Keunggulan: Pasar Ranggeh menjadi pusat distribusi langsung dari petani (harga lebih murah, produk lebih segar).
  • Waktu Operasional: Dini hari pukul 02.00 – 06.00 WIB.
  • Isu Utama: Penataan pedagang di badan jalan untuk kenyamanan publik dan peningkatan PAD.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN –Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, dinilai menyimpan potensi ekonomi rakyat yang besar.

Keberadaan pasar tumpah yang telah berlangsung puluhan tahun itu tidak hanya menjadi ruang transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi jalur distribusi langsung hasil panen petani kepada konsumen.

Potensi tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi Forum Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) bertema Menata Potensi Pasar untuk Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar di area Pasar Ranggeh, Rabu (4/3/2026) dini hari.

Baca juga: Ibu Ida Penjual Telur di Pasuruan Teriak Histeris Lihat Maling Curanmor hingga Pelaku Dihajar Warga

Dilema Penataan: Antara Ekonomi dan Ketertiban

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rias Judikari Drastika mengatakan, pasar tumpah di Ranggeh memiliki keunikan tersendiri karena banyak pedagang merupakan petani yang menjual langsung hasil panennya.

Menurutnya, model perdagangan seperti ini membuat rantai distribusi menjadi lebih pendek sehingga harga barang lebih terjangkau dan kualitas produk lebih segar.

“Di sini banyak petani yang langsung menjual hasil panennya. Barangnya lebih segar dan harganya juga lebih murah karena tidak melalui banyak perantara,” ujarnya.

Rias menilai kondisi tersebut menjadi potensi ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengelolaan pasar rakyat.

Namun di sisi lain, keberadaan pedagang yang berjualan di sepanjang badan jalan juga menimbulkan persoalan kenyamanan dan penataan kawasan.

Karena itu, menurutnya diperlukan langkah penataan yang tetap mempertahankan aktivitas ekonomi pedagang, namun juga menghadirkan kenyamanan bagi pembeli serta ketertiban kawasan.

“Penataan perlu dilakukan, tapi harus dengan pendekatan yang tidak merugikan pedagang. Justru tujuannya agar pedagang lebih nyaman berdagang dan pembeli juga merasa aman serta mudah menjangkau,” katanya.

Ia menambahkan, penataan yang baik dapat dilakukan dengan menyediakan area yang lebih representatif bagi pedagang, tanpa harus memindahkan mereka terlalu jauh dari lokasi saat ini yang sudah dikenal masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui kebutuhan mereka sebelum merancang skema penataan.

“Harus ada komunikasi dengan pedagang agar ditemukan solusi yang saling menguntungkan. Pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman, sementara masyarakat juga mendapatkan tempat belanja yang lebih tertata,” ujarnya.

Ia juga menilai apabila kawasan tersebut dapat dikelola dengan baik, Pasar Ranggeh berpotensi menjadi pusat perdagangan hasil pertanian yang kuat di Kabupaten Pasuruan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved