Didemo Soal Rekrutmen sampai Bau Busuk, Perusahaan di Pandaan Buka Suara Tanggapi Tuntutan Warga

Aksi unjuk rasa warga Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, memantik respons dari pihak PT Bamboe Indonesia.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Alga W
Istimewa
DEMO - Aksi unjuk rasa warga Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, di depan PT Bamboe Indonesia, Kamis (30/4/2026). 
Ringkasan Berita:

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pihak PT Bamboe Indonesia merespons aksi unjuk rasa warga Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (30/4/2026).

Perusahaan menjelaskan rangkaian peristiwa yang mendahului aksi, sekaligus menanggapi sejumlah tuntutan yang disuarakan.

Baca juga: Kirab Manten Tebu Meriahkan Musim Buka Giling PG Ngadiredjo Kediri

Perwakilan perusahaan, Rofin menyebut, demonstrasi tersebut telah melalui proses komunikasi sebelumnya.

Sebelum aksi digelar, warga dan pihak perusahaan telah bertemu dalam audiensi di kantor desa, yang dihadiri perangkat desa, kepolisian, serta tokoh masyarakat.

"Di pertemuan itu sudah disampaikan berbagai keluhan dan harapan warga. Jadi ini bukan muncul tiba-tiba," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Dalam aksi tersebut, tuntutan soal prioritas tenaga kerja lokal menjadi salah satu isu utama.

Warga berharap perusahaan memberikan porsi lebih besar bagi masyarakat sekitar untuk bisa bekerja.

Menanggapi hal itu, pihak perusahaan menyatakan tidak menutup peluang bagi warga lokal.  

Namun, proses rekrutmen tetap dilakukan melalui mekanisme seleksi yang berlaku.

"Semua tetap melalui prosedur. Yang penting memenuhi kualifikasi sesuai kebutuhan," katanya.

Selain ketenagakerjaan, isu lingkungan juga mencuat, khususnya terkait bau yang dirasakan warga.

Keluhan ini disebut menjadi salah satu pemicu aksi.

Rofin menilai, persoalan yang dirasakan warga lebih pada aroma yang muncul sesekali, bukan akibat pencemaran limbah.

Ia menyebut, perusahaan telah menjalankan pengelolaan limbah sesuai ketentuan.

"Kalau soal bau, itu sifatnya tidak menetap dan dipengaruhi kondisi udara."

"Kami juga sudah menawarkan pengecekan bersama, tapi belum ada titik yang benar-benar bisa dipastikan sumbernya," jelasnya.

Warga juga menyoroti persoalan aliran air saat hujan yang dinilai berdampak ke permukiman.

Menurut pihak perusahaan, kondisi tersebut berkaitan dengan sistem drainase kawasan secara umum.

"Saluran air itu sudah ada sejak awal. Kalau ada limpasan, itu bagian dari penataan wilayah yang lebih luas," tambahnya.

Pihak perusahaan menyatakan siap melanjutkan dialog bersama warga dan pemerintah setempat guna mencari jalan tengah.

"Kami tetap terbuka untuk komunikasi. Harapannya, semua bisa dibicarakan dengan baik dan ada solusi yang sama-sama dipahami," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved