Ramadan 2026
Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026, Rukyatul Hilal Digelar di 21 Titik Jawa Timur
Rukyatul hilal metode penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Metode itu akan dilakukan saat matahari terbenam atau ghurub.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Torik Aqua
Ringkasan Berita:
TRIBUNJATIM.COM - Kanwil Kemenag Jatim melakukan rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit di Jatim akan dilakukan Selasa (17/2/2026).
Rukyatul hilal merupakan salah satu metode penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Metode itu akan dilakukan saat matahari terbenam atau ghurub.
Rukyatul hilal itu dilaksanakan bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H.
Baca juga: Pantau Hilal Awal Ramadan 2026 di Bukit Kerek Indah, Ngawi Astronomy Club Siapkan Beragam Teleskop
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima TribunJatim.com, pengamatan hilal itu akan dilaksanakan mulai matahari terbenam hingga beberapa saat setelahnya.
Ada 21 titik lokasi daerah yang sudah ditetapkan sebagai tempat pengamatan hilal. Hasil rukyat dari daerah-daerah itu akan dilaporkan secara berjenjang sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan awal Ramadan oleh Kementerian Agama RI.
Sebagaimana data Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jatim, rukyatul hilal dilaksanakan di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jatim, Munir, menegaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bagian dari pelayanan keagamaan negara kepada umat Islam.
“Pelaksanaan rukyatul hilal ini adalah bentuk ikhtiar ilmiah dan syar’i dalam menentukan awal Ramadan. Kami memastikan prosesnya dilakukan secara profesional, melibatkan para ahli falak dan unsur terkait, serta mengacu pada kriteria yang telah disepakati,” kata Munir, Selasa (17/2/2026).
Berikut Daerah Gelar Rukyatul Hilal
Ke-21 titik pengamatan hilal di daerah-daerah di Jatim itu meliputi Kota Blitar, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Tuban.
Kemudian Kabupaten Madiun, Kabupaten Jombang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Jember, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Sampang.
Selain itu juga Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Ponorogo.
Lokasi pengamatan dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan keterbukaan ufuk barat, minim polusi cahaya, kondisi atmosfer yang baik, serta aksesibilitas dan keamanan lokasi.
Pelaksanaan rukyatul hilal melibatkan jajaran Kementerian Agama, hakim Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, BMKG, para ahli ilmu falak, perguruan tinggi, pondok pesantren, serta tokoh agama dan masyarakat.
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Hilal-tak-terlihat-pada-rukyatul-hilal-di-Ponorogo.jpg)