Ramadan 2026

Tetap Bugar Saat Puasa, Dokter Ungkap Waktu dan Jenis Olahraga yang Disarankan

Kekhawatiran tubuh menjadi lemas sering kali membuat sebagian orang menghentikan rutinitas olahraga selama sebulan penuh.

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Rifky Edgar
OLAHRAGA - Ilustrasi, Muhammad Hamzah Pratama, trainer di Fitnessworks Blacklanners Malang saat melakukan angkat beban, Sabtu (1/3/2025). Menjelang Ramadan, banyak orang bertanya-tanya apakah olahraga tetap aman dilakukan saat berpuasa. 
Ringkasan Berita:
  • Olahraga saat puasa tetap aman dilakukan, asalkan menyesuaikan intensitas dan kondisi tubuh.
  • Tidak ada waktu yang paling benar untuk olahraga selama Ramadan, semua bisa disesuaikan preferensi.
  • Hindari latihan intensitas tinggi jika belum terbiasa, pilih aktivitas ringan hingga sedang.

TRIBUNJATIM.COM - Menjelang Ramadan, banyak orang bertanya-tanya apakah olahraga tetap aman dilakukan saat berpuasa.

Kekhawatiran tubuh menjadi lemas sering kali membuat sebagian orang menghentikan rutinitas olahraga selama sebulan penuh.

Dokter dari Medical Center Kompas Gramedia sekaligus Health Management Specialist Corporate HR, dr Santi, menegaskan bahwa olahraga saat puasa tetap bisa dilakukan. Kuncinya adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan intensitas aktivitas.

“Sebenarnya kalau olahraga itu terserah sih. Tergantung preferensi. Tergantung kemampuan. Tergantung jadwalnya. Nggak ada rekomendasinya. Karena semua waktu itu bagus,” ujarnya dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Semarak Ramadan di Magetan: Buka Puasa Gratis dan Rangkaian Ibadah di Masjid Agung Baitussalam

Fleksibel, Tapi Harus Atur Intensitas

Menurut dr Santi, tidak ada satu waktu yang mutlak paling benar untuk berolahraga selama Ramadan. Pagi setelah sahur, sore menjelang berbuka, maupun malam hari sama-sama bisa dipilih.

Namun, olahraga saat puasa tidak bisa disamakan dengan hari biasa. Intensitas harus disesuaikan agar tidak memicu dehidrasi atau kelelahan berlebihan.

Bagi yang memilih olahraga setelah sahur, disarankan melakukan aktivitas ringan agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak cairan.

“Iya. Semua waktu itu bagus. Sepanjang itu dilakukan dan tidak menyebabkan gangguan,” katanya.

Baca juga: Jemaah Aboge di Probolinggo Tetapkan Awal Ramadan Sama dengan Pemerintah, Hitungannya Sama

Ia juga menyarankan memakai pakaian olahraga berbahan tipis, katun, dan longgar agar tubuh tidak mudah panas. Lokasi olahraga sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak gerah.

Hal yang sama berlaku untuk olahraga menjelang berbuka. Karena tubuh sudah mendekati kondisi dehidrasi, aktivitas berat sebaiknya dihindari. Gerakan ringan tanpa memicu keringat berlebihan menjadi pilihan paling aman.

Hindari Latihan Ekstrem Jika Belum Terbiasa

Bulan puasa bukan waktu yang ideal untuk memulai latihan intensitas tinggi secara mendadak, terutama bagi yang belum terbiasa.

Tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum. Latihan berat berisiko membuat tubuh cepat lelah dan mengganggu kenyamanan berpuasa.

Aktivitas ringan hingga sedang dinilai cukup untuk menjaga stamina, sirkulasi darah, dan suasana hati tanpa membebani tubuh.

Pesan utama dr Santi sederhana: tetap bergerak aktif selama Ramadan, tetapi jangan memaksakan diri. Dengan pengaturan waktu, intensitas, dan lingkungan yang tepat, olahraga tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus mendukung kelancaran ibadah sepanjang bulan suci.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved