Ramadan 2026
Tradisi Malem Songo Bojonegoro: 484 Pasangan Bakal Akad Nikah Serentak pada 18 Maret 2026
Tradisi menikah pada malam kesembilan bulan Ramadan atau yang dikenal masyarakat sebagai malam songo masih kuat dijalankan di Kabupaten Bojonegoro
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Sudarma Adi
Ringkasan Berita:
- Waktu Pelaksanaan: 18 Maret 2026 (Malam 9 Ramadan 1447 H).
- Total Pernikahan: 484 peristiwa nikah di seluruh Bojonegoro.
- Wilayah Terpadat: Baureno, Kepohbaru, dan Kanor.
Laporan Wartawan Tribunjatim Network, Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Tradisi menikah pada malam kesembilan bulan Ramadan atau yang dikenal masyarakat sebagai malam songo masih kuat dijalankan di Kabupaten Bojonegoro.
Malam kesembilan atau malem songo yang jatuh pada tanggal 18 Maret 2026 ini diyakini menjadi hari baik dan membawa keberkahan bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.
Pada Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro mencatat sedikitnya 484 peristiwa pernikahan yang dilayani oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan pada malam tersebut.
Baca juga: Tinggalkan Bojonegoro, Supiah Ungkap Kisah Tiga Dekade di Kampung Pemulung saat Usia Senja
Kecamatan Baureno Puncaki Daftar Pernikahan Terbanyak
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Bojonegoro, H. Sun’an, mengatakan tingginya jumlah pernikahan pada malam 9 Ramadan merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun di Bojonegoro.
“Pada malam 9 Ramadan tahun 2026 ini tercatat sebanyak 484 peristiwa pernikahan yang dilayani oleh KUA di seluruh kecamatan di Bojonegoro,” ujar Sun’an.
Dari data tersebut, Kecamatan Baureno menjadi wilayah dengan jumlah pernikahan terbanyak, yakni 48 pasangan. Disusul Kecamatan Kepohbaru sebanyak 41 pasangan, serta Kecamatan Kanor dengan 34 pasangan.
Sejumlah kecamatan lain juga mencatat angka pernikahan yang cukup tinggi. Di antaranya Kecamatan Sumberrejo dengan 32 pasangan dan Kecamatan Dander sebanyak 30 pasangan.
Sementara itu, beberapa kecamatan mencatat jumlah pernikahan relatif sedikit. Kecamatan Gondang hanya terdapat satu pasangan yang melangsungkan pernikahan, sedangkan Kecamatan Kedewan tercatat dua pasangan yang melangsungkan akad nikah.
Bahkan hingga data sementara dihimpun, Kecamatan Ngambon dan Kecamatan Sekar belum mencatat adanya pasangan yang menikah pada malam tersebut.
Baca juga: Telan Rp2 M, Jalan di Desa Ngampal Bojonegoro Baru Sebulan Sudah Rusak, Kini Dibongkar Total
Menurut Sun’an, malam 9 atau malem songo bulan Ramadan kerap dipilih masyarakat untuk melangsungkan akad nikah karena diyakini sebagai hari dan bulan baik yang mendatangkan keberkahan bagi kehidupan rumah tangga yang akan dibangun.
“Keyakinan di masyarakat bahwa nikah di bulan ramadhan ini merupakan waktu yang baik dan mendatangkan keberkahan bagi rumah tangga," jelasnya.
Meski jumlah pernikahan meningkat tajam, Kemenag memastikan seluruh layanan pencatatan nikah tetap berjalan sesuai prosedur di masing-masing KUA.
"Meski banyak yang melangsungkan akad nikah, kami tetap pastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya.
pernikahan pada malam 9 Ramadan
malem songo
Kemenag Bojonegoro
keberkahan
Bojonegoro
TribunJatim.com
| Apa Itu Fidyah? Simak Pengertian, Dasar Hukum, dan Cara Membayarnya dalam Islam |
|
|---|
| Pembeli di Embong Arab Tak Seramai Ramadan Tahun Lalu, Pemilik Toko: Kondisi Ekonomi yang Lagi Sulit |
|
|---|
| Jaga Kondusivitas Ramadan, Petugas Lapas Mojokerto Razia Kamar Hunian Warga Binaan |
|
|---|
| Apa Itu Iktikaf? Ini Pengertian, Hukum dan Keutamaannya dalam Islam |
|
|---|
| Rasulullah SAW Anjurkan Berbuka dengan Kurma, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kepala-Seksi-Bimbingan-Masyarakat-Kasi-Bimas-Islam.jpg)