Ramadan 2026
Tak Bisa Salat Tarawih karena Bekerja? Begini Hukum dan Solusinya Menurut Fikih
Salat tarawih adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan atau sunah muakkadah untuk dikerjakan selama bulan Ramadan
Ringkasan Berita:
- Salat tarawih berstatus sunnah muakkadah, bukan wajib.
- Menafkahi keluarga dan mencari nafkah halal adalah kewajiban yang harus didahulukan.
- Jika tidak sempat berjamaah di masjid, tarawih tetap bisa dilakukan sendiri di rumah sebelum waktu subuh.
TRIBUNJATIM.COM - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam karena Allah SWT menjanjikan pahala berlipat bagi setiap amal kebaikan.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah salat tarawih, yang dikerjakan setelah salat Isya, baik berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan tarawih berjamaah.
Sebagian umat Islam tetap harus bekerja di malam hari demi menafkahi keluarga.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan: bagaimana hukum meninggalkan tarawih karena bekerja?
Baca juga: Pohon Beringin Raksasa Tua Roboh Timpa Masjid di Kampak Trenggalek, Jemaah Batal Tarawih Perdana
Dahulukan Kewajiban daripada Sunah
Berdasarkan penjelasan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dalam hukum taklifi, menafkahi keluarga adalah kewajiban. Mencari harta yang halal juga merupakan keharusan, serta menghindari sifat thoma’ (ingin diberi) termasuk hal yang diwajibkan.
Sementara itu, para ulama menjelaskan bahwa salat tarawih berstatus sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Bahkan dalam tingkatannya, keutamaannya berada di bawah salat Id dan salat rawatib.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa di Gresik saat Ramadan 2026, Lengkap Beserta Waktu Imsak
Dalam kaidah fikih disebutkan bahwa kewajiban harus didahulukan atas amalan sunnah jika keduanya tidak bisa diselaraskan. Karena itu, seseorang yang tetap bekerja di malam hari untuk memenuhi kewajiban nafkah dapat dibenarkan secara fikih.
Masih Bisa Tarawih di Rumah
Bagi yang tidak berkesempatan mengikuti tarawih berjamaah di masjid, kesempatan beribadah tetap terbuka. Tarawih dapat dikerjakan sendiri di rumah setelah pulang kerja.
Salat tarawih bisa dilakukan dengan berbagai jumlah rakaat, baik di tengah malam maupun menjelang waktu sahur. Bahkan, bisa juga dikerjakan berjamaah bersama keluarga.
Selama belum masuk waktu Subuh, umat Islam masih memiliki kesempatan untuk menunaikan salat tarawih.
Dengan demikian, pekerja shift malam tidak perlu merasa khawatir kehilangan keutamaan Ramadan. Selama kewajiban dijalankan dengan niat yang ikhlas dan tetap berusaha menjaga amalan sunnah sesuai kemampuan, pahala tetap terbuka luas.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Apa Itu Fidyah? Simak Pengertian, Dasar Hukum, dan Cara Membayarnya dalam Islam |
|
|---|
| Pembeli di Embong Arab Tak Seramai Ramadan Tahun Lalu, Pemilik Toko: Kondisi Ekonomi yang Lagi Sulit |
|
|---|
| Tradisi Malem Songo Bojonegoro: 484 Pasangan Bakal Akad Nikah Serentak pada 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jaga Kondusivitas Ramadan, Petugas Lapas Mojokerto Razia Kamar Hunian Warga Binaan |
|
|---|
| Apa Itu Iktikaf? Ini Pengertian, Hukum dan Keutamaannya dalam Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Jamaah-salat-taraweh-memenuhi-Masjid-Arofah-Surabaya.jpg)