Ramadan 2026
Ngabuburit Ramadan Waktu yang Mustajab untuk Berdoa dan Beribadah
Isi ngabuburit dengan hal yang bermanfaat, sebab, banyak yang hanya sekadar untuk menghabiskan waktu agar segera berbuka.
Ringkasan Berita:
- Ngabuburit menjelang buka puasa merupakan waktu mustajab berdoa.
- Aktivitas positif saat ngabuburit dapat meningkatkan kualitas ibadah.
- Kegiatan tidak bermanfaat berpotensi mengurangi esensi puasa.
TRIBUNJATIM.COM - Kegiatan ngabuburit alias menunggu waktu berbuka selama Ramadan sebaiknya diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Sebab, banyak yang memanfaatkan waktu ngabuburit hanya sekadar untuk menghabiskan waktu agar segera berbuka.
Padahal momen ngabuburit adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
Selain itu ada banyak hal yang bisa dilakukan.
Baca juga: Tradisi Ngabuburit Kumbohan di Lamongan, Uniknya Berburu Ikan Munggut saat Ramadan
Namun, dibalik tradisi tersebut, ada pesan penting yang perlu direnungkan: apakah ngabuburit yang kita lakukan benar-benar bernilai ibadah, atau justru berpotensi mengurangi esensi puasa itu sendiri?
Menurut Ustaz Rikza Maulan dalam program Tanya Ustaz Tribunnews.com, ngabuburit pada dasarnya adalah aktivitas menunggu waktu berbuka dengan melakukan kegiatan tertentu.
Namun, Dewan Penasihat Rumah Zakat ini mengatakan jika dalam praktiknya, tradisi ini bisa dipandang dari dua sisi positif dan negatif.
Dari sisi positif, ngabuburit dapat menjadi momentum ibadah yang penuh pahala.
Mengisi waktu dengan tilawah Al-Quran, zikir, memperbanyak doa, atau berbagi takjil kepada sesama adalah bentuk kegiatan yang sangat dianjurkan.
Bahkan, waktu menjelang berbuka puasa merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
"Mengisinya dengan amal saleh bukan hanya membuat waktu terasa cepat, tetapi juga mempertebal kualitas spiritual selama Ramadan," ujar Ustaz Rikza, Sabtu(21/2/2026).
Sebaliknya, ngabuburit juga bisa menjadi aktivitas yang kurang bernilai apabila hanya diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Misalnya berjalan tanpa tujuan jelas sekadar menghabiskan waktu, bermain game berlebihan, atau terlalu lama menggulir media sosial tanpa kontrol.
Aktivitas seperti ini memang tidak membatalkan puasa, tetapi berpotensi mengurangi nilai dan esensi ibadah itu sendiri.
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wbp-lapas-kediri-mengaji-di-hari-santri.jpg)