Ramadan 2026

Niat dan Jadwal Itikaf Raih Kemuliaan Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadan 1447 H

Keutamaan itikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.

TRIBUN JATIM NETWORK/AHMAD ZAIMUL HAQ
ITIKAF (Arsip) - Umat muslim membaca Alquran saat itikaf di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (6/6) dini hari. Keutamaan itikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar. 

Ringkasan Berita:
  • Keutamaan itikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.
  • Melakukan itikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan lebih diutamakan dibanding pada waktu-waktu lain. Di mana demi menggapai keutamaan Lailatul Qadar yang waktunya dirahasiakan Allah.

 

TRIBUNJATIM.COM - Menjelang 10 hari terakhir Ramadan, satu di antara amalan yang sangat dianjurkan adalah beritikaf.

Itikaf berasal dari bahasa Arab Akafa yang berati menetap, mengurung diri atau terhalangi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), itikaf merupakan berdiam diri beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjuahkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan).

Keutamaan itikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Pada sebuah haditsnya, Rasulullah SAW, menyatakan itikaf di sepuluh malam terakhir bagaikan beritikaf bersama beliau.

“Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).

Baca juga: Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh Kapan? Ini Petunjuk Waktu Terjadinya dan Tanda-Tandanya

Apa itu Itikaf?

Dikutip dari Kompas.com, secara terminologi itikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. 

Tujuannya adalah semata-mata beribadah kepada Allah SWT.

Itikaf dapat dilakukan setiap saat, termasuk pada waktu-waktu yang diharamkan salat.

Hukum itikaf adalah sunnah, tapi bisa menjadi wajib apabila dinazarkan.

Hukumnya bisa haram bila dilakukan oleh seorang istri atau hamba sahaya tanpa izin.

Menjadi makruf bisa dilakukan oleh perempuan yang bertingkah dan mengundang fitnah mesti disertai izin.

Melakukan itikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan lebih diutamakan dibanding pada waktu-waktu lain.

Di mana demi menggapai keutamaan Lailatul Qadar yang waktunya dirahasiakan Allah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved