Ramadan 2026

Hukum Anak Membayarkan Zakat Fitrah Orang Tua, ini Penjelasannya

Perwakilan dalam pembayaran zakat dibolehkan selama terdapat izin atau keridaan dari pihak yang diwakili.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
ZAKAT FITRAH (Arsip) - Ilustrasi beras. Dalam Mazhab Syafi’i, perwakilan dalam pembayaran zakat dibolehkan selama terdapat izin atau keridaan dari pihak yang diwakili. Artinya, jika orang tua meminta atau merestui anaknya untuk membayarkan zakat fitrah, maka pembayaran tersebut sah menurut syariat, Jumat (6/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Zakat fitrah merupakan zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim yang hidup hingga akhir Ramadan.
  • Dalam Mazhab Syafi’i, perwakilan dalam pembayaran zakat dibolehkan selama terdapat izin atau keridaan dari pihak yang diwakili.
  • Artinya, jika orang tua meminta atau merestui anaknya untuk membayarkan zakat fitrah, maka pembayaran tersebut sah menurut syariat.

 

TRIBUNJATIM.COM - Salah satu kewajiban umat Islam di akhir bulan Ramadan adalah menunaikan zakat.

Di tengah praktik masyarakat, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas dalam kajian fikih, apakah anak boleh membayarkan zakat fitrah orang tua?

Situasi ini biasanya terjadi ketika orang tua sudah lanjut usia, tidak lagi produktif secara ekonomi atau secara praktis anak yang mengurus pembayaran zakat bagi keluarga.

Pengertian Zakat Fitrah dan Kedudukannya dalam Islam

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (6/3/2026), zakat fitrah merupakan zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim yang hidup hingga akhir Ramadan dan memiliki kelebihan kebutuhan pokok pada malam serta Hari Raya Idul Fitri.

Kewajiban ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, anak-anak hingga orang dewasa, selama memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Dasar kewajiban zakat fitrah dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah bersabda:

“Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan dua fungsi utama zakat fitrah. Pertama, sebagai penyucian spiritual bagi orang yang menjalankan puasa Ramadan.

Kedua, sebagai bentuk kepedulian sosial agar kaum dhuafa dapat menikmati hari raya dengan layak.

Dalam praktiknya, zakat fitrah umumnya dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok seperti beras, atau dalam bentuk nilai uang yang setara sesuai ketentuan lembaga amil zakat.

Dalam buku Fiqh al-Zakah karya Yusuf al-Qaradawi, dijelaskan zakat fitrah merupakan ibadah yang menggabungkan unsur spiritual dan sosial sekaligus.

Karena itu, pelaksanaannya tidak hanya berkaitan dengan kewajiban individu, tetapi juga dengan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Baca juga: Bacaan Doa saat Menerima Zakat Fitrah sebagai Bentuk Syukur

Apakah Anak Boleh Membayarkan Zakat Fitrah Orang Tua?

Dalam kajian fikih, para ulama sepakat zakat fitrah pada dasarnya merupakan kewajiban pribadi setiap muslim yang memenuhi syarat.

Namun demikian, pelaksanaan pembayaran zakat boleh diwakilkan kepada orang lain, termasuk kepada anak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved