Ramadan 2026

Apa itu Bukber? Ini Arti dan Makna Buka Puasa Bersama saat Ramadan

Tak sekadar makan bersama, bukber menyimpan makna sosial dan spiritual di bulan Ramadan. Lalu, apa arti bukber sebenarnya?

TribunJatim.com/Nurika Anisa
BUKA BERSAMA - Momen buka bersama di Hotel Shangri-La Surabaya dengan hidangan ala Lebanon. Tradisi bukber menjadi momen yang dinantikan saat Ramadan karena dapat mempererat silaturahmi serta mencerminkan budaya komunal masyarakat Indonesia, Senin (9/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bukber merupakan singkatan dari buka bersama, yaitu kegiatan berbuka puasa secara bersama-sama yang kini sudah masuk dalam kosakata KBBI dan populer di masyarakat.
  • Tradisi bukber menjadi momen yang dinantikan saat Ramadan karena dapat mempererat silaturahmi serta mencerminkan budaya komunal masyarakat Indonesia.
  • Selain bernilai sosial, bukber juga memiliki nilai spiritual karena makan bersama diyakini membawa keberkahan, namun tetap harus dilakukan tanpa melalaikan ibadah.

 

TRIBUNJATIM.COM – Istilah bukber menjadi kata yang sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia setiap kali bulan Ramadan tiba.

Kata ini kerap digunakan untuk menyebut kegiatan buka puasa bersama yang dilakukan bersama keluarga, teman, hingga rekan kerja.

Belakangan, istilah bukber juga semakin populer di media sosial seperti TikTok, Instagram hingga X (Twitter).

Banyak warganet menggunakan kata tersebut untuk mengajak teman berkumpul, berbagi momen kebersamaan, hingga mengunggah foto saat berbuka puasa bersama.

Meski terdengar sederhana, istilah bukber ternyata memiliki makna yang cukup dalam, baik dari sisi bahasa maupun nilai sosial dan keagamaan.

Tradisi ini juga mencerminkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar berkumpul sekaligus mempererat hubungan sosial.

Arti Kata Bukber dan Istilah Iftar

Kata bukber merupakan kependekan dari frasa “buka bersama”.

Istilah ini merujuk pada kegiatan berbuka puasa secara bersama-sama setelah menjalankan ibadah puasa selama satu hari penuh.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bukber secara resmi diartikan sebagai kegiatan buka puasa bersama. 

Meski awalnya termasuk bahasa gaul, kata ini kini sudah masuk dalam kosakata baku karena sering digunakan masyarakat.

Kata “buka” merujuk pada kegiatan membatalkan puasa dengan makan atau minum setelah matahari terbenam. 

Sementara kata “bersama” menunjukkan aktivitas yang dilakukan secara berkelompok.

Dalam konteks bahasa Arab, kegiatan berbuka puasa juga dikenal dengan istilah iftar.

Iftar merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yang berarti berbuka puasa setelah matahari terbenam.

Istilah tersebut juga digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk di negara-negara Barat untuk merujuk pada makanan atau kegiatan berbuka puasa saat Ramadan.

Baca juga: Arti Bukber dalam Bahasa Arab, Istilah yang Sering Muncul Saat Bulan Ramadan, Simak Pengertiannya

Tradisi Bukber yang Populer di Indonesia

Bukber menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat selama bulan Ramadan.

Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk berkumpul bersama keluarga, teman lama, maupun rekan kerja.

Kegiatan buka puasa bersama sering dilakukan di berbagai tempat seperti restoran, kafe, kantor, hingga rumah makan.

Momen ini biasanya dilakukan saat azan magrib berkumandang sebagai tanda waktu berbuka.

Menurut pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, tradisi bukber di Indonesia merupakan pertemuan antara nilai ajaran Islam dengan budaya masyarakat yang senang berkumpul.

Ia menjelaskan masyarakat Indonesia memiliki karakter komunal yang kuat.

Bahkan sebelum Islam masuk ke Nusantara, kebiasaan berkumpul dan makan bersama sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Baca juga: Apa Itu Ngabuburit? Ini Asal-Usul dan Makna di Baliknya

Makna dan Manfaat Bukber di Bulan Ramadan

Selain menjadi tradisi sosial, kegiatan bukber juga memiliki nilai spiritual bagi umat Islam.

Buka puasa bersama dapat mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah islamiah.

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel yang dimuat di muda.kompas.id, tradisi bukber membuat bulan Ramadan terasa lebih bermakna karena menjadi momen untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Kegiatan ini sering diikuti berbagai kalangan mulai dari teman sekolah, komunitas, hingga keluarga besar.

Tak jarang, momen bukber juga dijadikan ajang reuni setelah lama tidak bertemu.

Dalam artikel tersebut juga menjelaskan makan bersama dalam Islam memiliki nilai keberkahan.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Dawud mengenai anjuran makan bersama.

Hadis tersebut menceritakan para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengapa mereka merasa tidak kenyang saat makan. 

Rasulullah kemudian bertanya apakah mereka makan sendiri-sendiri, lalu menyarankan agar makan bersama karena di dalamnya terdapat keberkahan.

Baca juga: Apa Itu Mokel? Ini Arti, Asal-Usul, dan Hukumnya dalam Islam saat Puasa Ramadan

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Bukber

Meski memiliki banyak manfaat, kegiatan bukber juga perlu dilakukan dengan bijak agar tidak menghilangkan esensi ibadah di bulan Ramadan.

Salah satu hal yang perlu dihindari saat bukber adalah membicarakan keburukan orang lain atau ghibah.

Aktivitas seperti ini dinilai dapat mengurangi nilai ibadah puasa.

Selain itu, banyak orang yang terkadang terlalu asyik berkumpul hingga lupa waktu salat magHrib.

Padahal waktu salat magHrib tergolong singkat sehingga perlu segera ditunaikan setelah berbuka.

Kegiatan buka puasa bersama seharusnya tidak menjadi alasan untuk melalaikan kewajiban ibadah kepada Allah SWT.

Karena itu, masyarakat dianjurkan tetap menjaga niat dan tujuan bukber sebagai ajang silaturahmi serta berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan, tanpa mengurangi nilai ibadah yang dijalankan.

Artikel ini ditulis oleh Regha Ayunda Bella, peserta magang di Tribunjatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved