Ramadan 2026

Apa Itu Ngabuburit? Ini Asal-Usul dan Makna di Baliknya

Dari Bahasa Sunda yang artinya santai sambil menunggu sore, ngabuburit kini jadi momen seru jelang berbuka puasa.

Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Isya Anshori
BAZAR NGABUBURIT - Suasana Bazar Ngabuburit di area lapangan belakang Pemkab Kediri, Rabu (19/3/2025). Asal-usul dan makna di balik kata ngabuburit dalam budaya puasa Ramadan Indonesia menarik untuk dipahami. 

 

Ringkasan Berita:
  • Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda ngalantung ngadagoan burit, artinya bersantai sambil menunggu sore menjelang magrib.
  • Sudah ada sejak 1960-an, Awalnya tradisi ini hanya berupa jalan-jalan sore untuk mengalihkan rasa lapar sebelum berbuka.
  • Kini ngabuburit jadi momen seru yang bisa diisi berburu takjil, mengikuti kajian, atau kegiatan sosial.
  • Menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya Ramadan.

TRIBUNJATIM.COM - Istilah ngabuburit begitu lekat dengan suasana Ramadan di Indonesia.

Setiap sore menjelang azan magrib, masyarakat ramai-ramai mengisi waktu dengan berbagai aktivitas sembari menunggu berbuka puasa.

Mulai dari berburu takjil, jalan-jalan sore, hingga mengikuti kajian agama, semuanya kerap disebut sebagai ngabuburit

Meski kini digunakan secara nasional, ternyata kata ini memiliki akar kuat dari budaya Sunda.

Asal Usul Kata Ngabuburit

Secara etimologis kata ngabuburit atau mengabuburit berasal dari bahasa Sunda

Dikutip dari Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS), istilah ini merupakan lakuran dari frasa ngalantung ngadagoan burit, yang berarti bersantai sambil menunggu sore.

Kata dasar burit sendiri berarti waktu sore hari, khususnya menjelang magrib. 

Waktu tersebut biasanya dimulai setelah salat Asar hingga sebelum matahari terbenam.

Namun ada juga pendapat lain yang menyebutkan bahwa ngabuburit berasal dari kata burit yang diberi imbuhan serta pengulangan suku kata pertama. 

Dalam bahasa Sunda, pola morfologis seperti ini juga ditemukan pada kata ngabeubeurang (menunggu siang), ngabebetah (membuat nyaman), dan ngadeudeukeut (mendekati).

Baca juga: Daftar Lokasi Pasar Takjil Ramadan 2026 di Mojokerto yang Paling Diburu Warga untuk Ngabuburit

Tradisi Ngabuburit dalam Budaya Sunda

Tradisi ngabuburit sudah dikenal lama di tanah Sunda. 

Melansir dari Kompas.com, kebiasaan ini bahkan sudah ada sejak sekitar tahun 1960-an.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved