Hikmah Ramadan

Menggapai Spirit Zakat dalam Keutamaan Bulan Ramadan

Spirit zakat ialah semangat untuk berebagi kepada mereka yang berhak (mustahiq) secara spiritual justru menjadikan keseluruhan milik dan proverti

Editor: Samsul Arifin
Tangkapan layar
SPIRIT ZAKAT - Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar dalam artikel Hikmah Ramadan 2026 berjudul 'Menggapai Spirit Zakat', Rabu, (11/3/2026). 

Oleh: Menteri Agama, Nasaruddin Umar

TRIBUNJATIM.COM - Salah satu keutamaan bulan Ramadan di dalamnya disyariatkan zakat, terutama zakat Fitrah.

Zakat fitrah diwajibkan kepada semua orang, termasuk bayi yang baru lahir sebelum dibaca khutbah Idul Fitri 1 Syawal.

Zakat secara litral berarti membersihkan, mensucikan.

Secara popular diartikan sebagai bagian dari harta yang wajib dikeluarkan untuk diadreskan

kepada golongan-golongan (ashnaf) tertentu, seperti fakir miskin, yatim piatu, keperluan di jalan Allah, orang terlilit utang, muallaf, dan pemerdekaan budak. 

Zakat bagian dari lima Rukun Islam selain ikrar syahadat, shalat, puasa, dan haji. Spirit zakat ialah semangat untuk berebagi kepada mereka yang berhak (mustahiq).

Baca juga: Lautan Manusia Khusyuk Ikuti Haul Malam Selikur Ramadan di Ponpes Mambaus Sholihin Gresik

Zakat Jadi Proverti 

Secara ril zakat mengurangi harta kita tetapi secara spiritual justru menjadikan keseluruhan milik dan proverti kita menjadi milik utama.

Sepanjang harta dan proverti yang kita miliki belum dibayarkan zakatnya dengan benar maka sepanjang itu kita mengadupsi milik orang lain menumpang di dalam harta kita dan itu berpotensi menimbulkan masalah dunia-akhirat. 

Karena itu, zakat harus dipandang sebagai kewajiban rutin kita, seperti halnya shalat dan puasa.

Zakat tidak diragukan lagi akan mendatangkan keuntungan dan kejutan luar biasa bagi yang bersangkutan. Tidak ada orang yang jatuh miskin karena bayar zakat.

Baca juga: Memasuki Malam ke-21 Ramadan, ini Doa yang Dibaca di Malam Lailatul Qadar

Jangankan zakat yang merupakan kewajiban, shadaqah, infaq, jariyah, waqaf, hibah, dan berbagai jenis pengeluaran lainnya, akan mendatangkan keajaiban luar biasa.

Allah menjanjikan orang yang rajin mengeluarkan infaq,shadaqah, waqaf, jariyah, dan zakat sebagai orang yang beruntung (al-faizun/al-muflihun). Sebaliknya orang-rang yang tidak membayat zakat diancam hukuman di dunia dan di akhirat.

Zakat Mendatangkan Keajaiban

Orang-orang yang rajin membayar zakat Allah akan memurahkan rezkinya, berkah pendapatannya, bersih hatinya, tenang jiwanya, lurus pikirannya, mulia akhlaknya, skinah rumah tangganya, shaleh/shalehah anak-anaknya, enteng jodoh keluarganya, terjaga dari mushibah. 

Kalaupun ada masalah atau mushiba yang menimpanya akan dipilihkan yang paling minim dampaknya. Demikianlah janji-janji Tuhan yang dihimpaun dari beberapa ayat dan hadis. Kita perlu berhati-hati dengan zakat ini. Banyak di antara kita terlalu fikih oriented di dalam memahami zakat

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved