Honda DBL with Kopi Good Day 2025 2026

Supporter Mussan Mania Angkat Karakter Doctor Doom di DBL Surabaya 2025

Mussan Mania adalah suporter dari SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo. Mereka mengenakan kaus biru dongker khas kebanggaan

Editor: Samsul Arifin
Istimewa
KOREO EPIK - Mussan Mania Mengundang Doctor Doom untuk Mendukung Musan di DBL Arena. Mussan Mania adalah suporter dari SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo. Mereka mengenakan kaus biru dongker khas kebanggaan. Kehadiran mereka ditujukan untuk mendukung tim putra Musan 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari ke-16 Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-North berlangsung meriah. Pada Kamis, 18 September 2025, Mussan Mania hadir di Tribun Timur DBL Arena. Mereka datang sejak pukul 16.00 WIB untuk memberikan dukungan penuh.

Mussan Mania adalah suporter dari SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo. Mereka mengenakan kaus biru dongker khas kebanggaan. Kehadiran mereka ditujukan untuk mendukung tim putra Musan.

Dalam laga tersebut, Musan menantang tim kuat SMA Petra 5 Surabaya. Dukungan dengan nyanyian lantang membuat pemain tampil penuh semangat. Hasilnya, Musan berhasil meraih kemenangan gemilang.

Konsep unik ditampilkan Mussan Mania pada pertandingan ini. Mereka mengusung karakter Marvel, yakni Doctor Doom. Figur tersebut dipakai sebagai simbol semangat perjuangan.

“Konsep kami ini mengambil dari karakter Marvel, yaitu Doctor Doom. Slogan yang ada pada koreo kami itu ‘One World Under Doom’ bermakna bahwa kita pingin menguasai satu universe yang ada di Marvel,” tutur Fadhil Yofa Syahputra, pemimpin barisan Mussan Mania.

Baca juga: Thirteenrangers Berikan Dukungan Penuh untuk Thirteen saat Melantai di DBL Surabaya 2025

“Kita kan telah banyak melihat karakter Marvel yang dijadikan koreografi di DBL Arena ini. Oleh karena itu, kami memunculkan karakter Doctor Doom itu sebagai penggambaran SMA Muhammadiyah 1 Taman yang ingin mengalahkan semua lawannya,” sambung Alfan Fitrah Andriana Putra, anggota Mussan Mania.

Koreografi tersebut disiapkan selama empat hari. Hari pertama, mereka menggambar sketsa. Hari kedua dan ketiga dipakai untuk mewarnai.

Pada hari keempat, mereka melakukan peeling dan menyelesaikan karya. Proses ini dikerjakan di lapangan dekat sekolah. Aktivitas sering berlangsung hingga larut malam.

Baca juga: Coach Budi Santoso Terapkan Kolektivitas sebagai Fondasi Cheetah East di DBL Surabaya 2025 

“Pada hari pertama, kami membuat sketsa gambarnya terlebih dahulu. Kemudian, hari kedua dan ketiga mewarnai seluruh gambar. Lalu, hari keempatnya baru dipeeling sekaligus menyelesaikannya,” ujar Ho, sapaan akrab Fadhil.

Namun, ada pengalaman kurang menyenangkan saat pengerjaan koreografi. Mereka beberapa kali mencium bau kopi atau mercon. Padahal, menurut mereka, tidak pernah ada yang menyalakannya.

“Kita kan bikin koreo ini di luar sekolah ya, di salah satu lapangan dekat sekolah. Setiap hari kita mengerjakannya sampai jam 1 atau jam 2 gitu. Tetapi, tidak jarang di antara kami tercium bau kopi atau bau mercon kotoran yang baunya semerbak itu. Padahal, kami tidak pernah menyalakannya sama sekali,” tambah Breng, sapaan akrab Alfan.

Setelah laga berakhir, suasana penuh sukacita terasa. Hal itu karena Mussan Mania sekaligus merayakan ulang tahun sekolahnya. SMA Muhammadiyah 1 Taman merayakan usia ke-57 tahun.

Meskipun tidak ada koreografi khusus ulang tahun, perayaan tetap berlangsung. Mereka merayakan bersama siswa-siswi Smamita di tribun. Momen itu menjadi bagian istimewa dalam pertandingan.

“Meskipun ulang tahun sekolah kami tidak bertepatan dengan sebuah match di DBL, tetapi kami tetap merayakan rame-rame ngajak siswa-siswi Smamita buat ngerayain ulang tahun ini di tribun,” ungkap Ho.

Selain itu, Ho menyampaikan pesan bagi tim basket Musan. Ia berharap tim tetap maju dan suporter semakin ramai. Semangat dukungan diyakini akan memperkuat tim di laga berikutnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved