Digitalisasi Parkir di Surabaya
Parkir Digital Jadi Harapan Surabaya Tingkatkan PAD dan Berantas Parkir Liar
secara kinerja, realisasi pendapatan parkir tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- Pendapatan parkir Surabaya 2025 baru Rp26 miliar dari target Rp73 miliar.
- Penutupan titik parkir vital (Jalan Tunjungan, RS Adi Husada) sebabkan kehilangan Rp6 juta per hari.
- Dishub siapkan evaluasi, digitalisasi parkir, dan pengembangan park and ride untuk tingkatkan PAD.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dishub Kota Surabaya catatkan pendapatan dari sektor parkir hingga akhir tahun ini baru mencapai sekitar Rp26 miliar dari target sebesar Rp73 miliar.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Kota Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, mengatakan bahwa secara kinerja, realisasi pendapatan parkir tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, penutupan sejumlah titik parkir berdampak langsung terhadap penerimaan retribusi.
“Untuk akhir tahun target parkir kita bisa sampai Rp26 miliar bahkan lebih. Jadi naik Rp1 miliar istilahnya, lebih bagus dari tahun sebelumnya," ujar Jeane ketika dikonfirmasi di Surabaya.
"Akan tetapi karena ada beberapa lokasi yang ditutup atas dasar pengembalian fungsi jalan, seperti Jalan Tunjungan, capaian tersebut belum secara signifikan (dibandingkan target),” ujarnya.
Baca juga: Langkah Pemkot Surabaya Tekan Parkir Liar dan Tingkatkan PAD dengan Aplikasi Parkir Digital 2026
Faktor Penyebab Rendahnya Capaian
Selain Jalan Tunjungan, Dishub juga menutup titik parkir di beberapa kawasan lain.
Penutupan tersebut dilakukan karena lokasi tersebut merupakan jalur vital, termasuk untuk ambulans dan akses menuju rumah sakit.
"Di dekat rumah sakit digunakan untuk ambulans lewat. Jadi pengembalian fungsi jalan itu tentunya mengurangi kami karena harus menutup titik-titik parkir di lokasi tersebut. Termasuk juga di sekitar Rumah Sakit Adi Husada dan beberapa titik lainnya,” jelasnya.
Jeane mengungkapkan, penutupan titik-titik parkir tersebut menyebabkan potensi pendapatan yang hilang cukup signifikan. Secara akumulatif, Dishub kehilangan pendapatan sekitar Rp6 juta per hari dari lokasi-lokasi yang ditutup.
Upaya Penopang Pendapatan
“Per hari kita kehilangan sekitar Rp6 juta sekian. Kalau dikalikan satu bulan dan satu tahun, itu yang menjadi lost pendapatan kami. Makanya kami tidak bisa mencapai Rp26 miliar secara penuh,” katanya.
Meski demikian, Dishub Surabaya mencatat adanya peningkatan retribusi dari parkir tempat khusus.
Penambahan lokasi parkir di sejumlah taman dan pasar menjadi salah satu penopang pendapatan, termasuk di Taman Harmoni dan Pasar Karah.
“Pasar Karah itu parkir tempat khusus di tanah aset Pemkot. Di sana kita pekerjakan jukir kearifan lokal, warga sekitar yang sudah diotorisasi dari kelurahan untuk menjaga lokasi parkir,” tutur Jeane.
Baca juga: Oknum Jukir Banyak yang Tak Jujur Dalam Pelaporan, Retribusi Parkir di Kota Batu Jauh dari Target
eksklusif
Multiangle
Digitalisasi Parkir di Surabaya
Dishub Surabaya
berita Surabaya Hari ini
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Warga Surabaya dan Luar Kota Lebih Senang Bayar Parkir Pakai Qris di Taman Bungkul, Minim Kecurangan |
|
|---|
| Sistem Parkir Digital di Surabaya Belum Merata, Pengunjung Pasar Soponyono Rungkut Masih Bayar Tunai |
|
|---|
| Surabaya Terapkan Parkir Digital, Dishub Bekali 1.700 Jukir Resmi dengan Alat Pembayaran Non Tunai |
|
|---|
| Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Parkir Digital Surabaya, Bayar Bisa Pakai Kartu e-Toll dan QRIS |
|
|---|
| DPRD Surabaya Usulkan Agar Digitalisasi Parkir Diterapkan Secara Menyeluruh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/penertiban-parkir-di-surabaya-oleh-petugas-gabungan.jpg)