RPH Surabaya Pastikan Stok Daging Stabil Meski Para Jagal Pegirian Mogok Kerja

PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan pasokan daging aman dan harga relatif stabil sekalipun terdapat mogok kerja

Tayang:
Dokumentasi Pemkot Surabaya
BERI PENJELASAN - Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, saat memberikan penjelasan. Pihaknya memastikan pasokan daging aman dan harga relatif stabil sekalipun ada mogok kerja kerja para jagal di RPH Pegirian tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Jagal Pegirian mogok kerja menolak relokasi ke RPH Osowilangun, manajemen pastikan pasokan daging aman.
  • Pemkot Surabaya tegaskan relokasi bagian dari penataan kota sejak 2016, tetap menerima aspirasi jagal.
  • RPH TOW siap beroperasi dengan fasilitas modern, jagal Pegirian diprioritaskan untuk ikut mengelola.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para Jagal di Surabaya melakukan aksi mogok kerja imbas pemindahan rumah potong dari kawasan Pegirian ke Osowilangun. 

PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan pasokan daging aman dan harga relatif stabil sekalipun terdapat mogok kerja para jagal di RPH Pegirian tersebut.

Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak aksi mogok tersebut.

"Saya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya. Karena akibat aksi mogok memotong sapi di (RPH) Pegirian, masyarakat agak kesulitan mendapatkan pasokan daging segar," ujar Fajar di Surabaya.

Baca juga: Jagal RPH Pegirian Demo Bawa Sapi ke DPRD Surabaya, Tolak Relokasi ke Tambak Osowilangun

Langkah Manajemen RPH

Berdasarkan hasil evaluasinya, Fajar menegaskan stok daging sapi di Kota Surabaya masih mencukupi. Tim monitoring RPH telah melakukan pemantauan dan memastikan pemotongan sapi masih berjalan di unit RPH Kedurus.

"Ketersediaan daging masih cukup. Karena apa? Kami masih punya RPH Surabaya unit Kedurus yang masih memotong sapi. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu panik," kata Fajar. 

Selain itu, Fajar juga memastikan bahwa masyarakat tetap dapat memperoleh daging sapi melalui outlet resmi RPH Surabaya maupun pasar tradisional. "Masyarakat bisa mendapatkan daging sapi yang terbaik, bisa melalui outlet RPH Surya Mart, atau melalui pasar-pasar. Ada 11 outlet di pasar tradisional yang disuplai oleh para mitra jagal dari Kedurus," katanya.

Baca juga: Relokasi RPH Ditolak Mitra Jagal, Ketua Komisi B DPRD Surabaya: Harus Ada Solusi

Fajar menegaskan tempat pemotongan sapi akan segera dipindahkan dari Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW).

Sekalipun memindahkan lokasi pemotongan, Fajar mengatakan pusat perdagangan daging akan tetap berada di Pasar Arimbi sebagai sentra perkulakan daging di Surabaya lokasinya tetap.

"Jadi yang pindah adalah tempat pemotongannya saja. Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging terbaik di Surabaya, tidak pindah. Lokasinya tetap di Pegirian, Jalan Arimbi," tegas dia.

Saat ini, RPH Surabaya memberikan waktu hingga akhir Idulfitri 2026 bagi para jagal Pegirian untuk tetap memaksimalkan fasilitas lama.

Respons Pemkot Surabaya

"Artinya, ada waktu Januari, Februari, sampai dengan akhir Maret untuk memanfaatkan RPH Pegirian," kata Fajar.

Setelah periode tersebut, seluruh aktivitas pemotongan akan dialihkan ke RPH TOW. Selama masa transisi, RPH akan mengoperasikan dua lokasi secara paralel. 

Menurut Fajar, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional RPH TOW, termasuk kelengkapan fasilitas dan sertifikasi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved