Sosok Sri Guru SMPN Bojonegoro Wisuda S2 Bareng Anak, Lulus Hampir Sempurna dalam Setahun

Sri Wahyuningsih, guru SMPN 1 Kasiman Bojonegoro, meraih gelar master dengan nilai nyaris sempura. Ia diwisuda bersama sang anak.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Arie Noer Rachmawati
TribunJatim.com/Sulvi Sofiana
WISUDA BERSAMA - Sri Wahyuningsih (kiri), guru SMPN 1 Kasiman Bojonegoro, meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dan diwisuda bersama putrinya dalam momen yang sama di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (11/2/2026). Sri harus membagi waktu antara tugas sebagai guru, wakil kepala sekolah dan mahasiswa. 

Ringkasan Berita:
  • Sri Wahyuningsih, guru SMPN 1 Kasiman Bojonegoro, meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dan diwisuda bersama putrinya dalam momen yang sama.
  • Sri harus membagi waktu antara tugas sebagai guru, wakil kepala sekolah dan mahasiswa.

 

TRIBUNJATIM.COM - Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda ke-118 Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (11/2/2026). 

Sri Wahyuningsih, guru SMPN 1 Kasiman Bojonegoro, meraih gelar Magister Manajemen Pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dan diwisuda bersama putrinya dalam momen yang sama.

Sri menempuh studi S2 melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan menyelesaikannya dalam waktu satu tahun. 

Capaian akademiknya yang nyaris sempurna menjadi kebanggaan tersendiri.

Terlebih ia harus membagi waktu antara tugas sebagai guru, wakil kepala sekolah dan mahasiswa.

Di hari yang sama, putrinya, Sahda Atthiyah Tsaqif Qonita, juga diwisuda dari Program Studi S1 Ilmu Hukum.

Sahda lulus lebih cepat melalui jalur prestasi dan memperoleh beasiswa penuh selama masa studinya.

“Alhamdulillah sungguh luar biasa, saya seperti tidak percaya. Tekad anak saya ingin wisuda bersama, padahal jadwal awalnya berbeda,” ujar Sri saat ditemui di Graha Unesa.

Baca juga: Tiap Hari Ketuk Pintu Kelas Satu Persatu Jualan Risol, Yusuf Nangis Dibayari Wisuda oleh Presiden

Bagi Waktu Jadi Tantangan

Menjalani peran ganda bukan perkara mudah. 

Selain mengajar lintas kabupaten, Sri juga harus mengikuti perkuliahan secara daring serta menyelesaikan berbagai tugas akademik. 

Ia mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Bagi Sri, gelar magister ini menjadi bekal untuk mengembangkan diri sebagai fasilitator pembelajaran di sekolah. 

Dalam proses tersebut, Sahda justru menjadi pendamping sekaligus “guru teknologi” bagi ibunya.

“Saya ajarkan mama menggunakan aplikasi untuk mencari jurnal secara instan. Saya senang bisa berprestasi bareng sama mama sendiri, saling men-support satu sama lain,” kata Sahda.

Baca juga: Satu Ruang Wisuda Menangis saat Yusnidar Ambil Ijazah Putrinya, Foto Safira Terpajang di Layar Lebar

Cita-cita Anak Jadi Jaksa

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved