Fenomena Gen Z Enggan Jadi Manajer, Ini Dampaknya bagi Perusahaan
Fenomena ini menjadi perbincangan di media sosial dan tren global, hingga berdampak pada perusahaan. Sebab, hal ini membuat kekosongan kepemimpinan.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Torik Aqua
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Elsye merekomendasikan perusahaan menerapkan pendekatan Individual Contributor (IC) guna menciptakan keseimbangan antara kontribusi dan insentif yang diterima karyawan.
Ia menekankan pentingnya sistem kompensasi berbasis kinerja dan kontribusi, tanpa harus memaksa karyawan menerima jabatan manajerial demi kenaikan gaji.
“Jangan memaksa karyawan yang kompeten untuk menerima kenaikan jabatan hanya demi kenaikan gaji, namun hadirkan sistem kompensasi yang didasarkan atas kinerja, kontribusi, atau prestasi. Mengingat Gen Z sangat menghindari pekerjaan administrasi, lakukan otomatisasi dengan bantuan kemajuan teknologi,” tegas Kepala Laboratorium Manajemen Sumber Daya Manusia Prodi Manajemen Ubaya tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai transformasi juga perlu dilakukan pada level pimpinan tertinggi perusahaan. Kepemimpinan yang empatik, menurutnya, perlu dibentuk melalui pelatihan agar peran manajemen bergeser dari pengawas menjadi fasilitator.
Elsye juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pimpinan dan karyawan.
Menurutnya, Gen Z tidak hanya ingin menerima perintah, tetapi juga didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
“Ciptakan komunikasi dua arah karena Gen Z tidak hanya ingin diperintah, namun juga didengar. Mereka lebih termotivasi bila pendapat mereka dianggap relevan dan diterima pimpinan,” pungkasnya.
| Sempat Semringah Dijanjikan Haji, Sukimah Lalu Lemas Usai Serahkan Emas 34 Gram ke Tamu |
|
|---|
| Hilang di Surabaya 14 Tahun Lalu, Motor Warga Bronggalan Kini Ditemukan di Bangkalan |
|
|---|
| Terjadi Lagi, Penemuan Jasad di Bawah Jembatan Cangar, Korban Kenakan Hoodie Putih |
|
|---|
| Kado HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Hapus Denda PBB-P2 hingga 30 Tahun |
|
|---|
| 6 Tahun Memendam Trauma, Dua Anak di Bawah Umur Baru Berani Cerita Jadi Korban Guru Ngaji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dosen-Manajemen-Fakultas-Bisnis-dan-Ekonomika-Ubaya-Dr-Elsye-Tandelilin.jpg)