Ramadan 2026

Stok Daging Cukup hingga Lebaran, RPH Surabaya Imbau Warga Tak Panic Buying

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, mengatakan terjadi kenaikan permintaan daging sapi pada awal Ramadan.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Pemkot Surabaya
STOK - Aktivitas pemotongan di RPH Pegirian. RPH memastikan stok daging di Surabaya aman memasuki awal Ramadan 1447 H/2026 M. 
Ringkasan Berita:
  1. Permintaan daging sapi di Surabaya naik di awal Ramadan.
  2. RPH Surabaya memprediksi pemotongan sapi naik hingga 30 persen jelang Lebaran.
  3. Kenaikan harga daging dipicu siklus musiman, bukan kelangkaan pasokan.

 

TRIBUNJATIM.COM - Stok daging sapi di Surabaya dipastikan aman hingga lebaran,

Meski, kebutuhan daging di Surabaya meningkat di awal Ramadan 1447 H/2026 M.

PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying.

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, mengatakan terjadi kenaikan permintaan daging sapi pada awal Ramadan.

Namun, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan tersebut.

Baca juga: Jadwal Operasi Pasar Ramadan 2026 di Lamongan, Bakal Digelar di Pasar hingga Masjid

 

"Masyarakat tidak perlu panic buying karena ketersediaan daging dan pasokan sapinya cukup sampai Lebaran,” ujar Fajar saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (23/2/2026).

Ia memprediksi, menjelang Idul Fitri jumlah pemotongan sapi di RPH Surabaya akan meningkat hingga 30 persen. Jika pada hari reguler pemotongan mencapai 120 ekor sapi per malam, maka saat mendekati Lebaran jumlahnya bisa naik menjadi sekitar 160 ekor per malam.

Terkait harga, Fajar menjelaskan terdapat penyesuaian akibat kenaikan harga dari peternak. Harga daging sapi kelas I saat ini berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp5 ribu dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh siklus permintaan musiman. Pada awal Ramadan, permintaan cenderung tinggi, kemudian menurun di pertengahan bulan, dan kembali meningkat sekitar 10 hingga 15 hari menjelang Idul Fitri.

“Permintaannya tinggi di awal Ramadan karena memang siklusnya seperti itu. Biasanya pertengahan agak landai, lalu 10–15 hari sebelum hari H terjadi peningkatan kembali,” jelasnya.

Kendati demikian, Fajar menegaskan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pasokan. Salah satunya dengan memantau dua titik utama, yakni pasokan sapi hidup dari feedloter serta kesiapan sapi siap potong.

“Saat ini pasokan sapinya cukup. Kalau sapinya cukup, maka dagingnya juga akan cukup. Dengan pasokan yang terjaga, harga bisa tetap terkendali,” katanya.

Ia menambahkan, RPH Surabaya menyesuaikan jumlah pemotongan dengan kebutuhan pasar. Dengan strategi tersebut, diharapkan inflasi akibat lonjakan harga daging dapat ditekan dan tidak meresahkan masyarakat. "Intinya enggak perlu panik. Stok aman dan kami menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tandas Fajar. (bob)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved