Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran, Pakar IT Untag Surabaya Ingatkan Modus Baru

Peningkatan aktivitas transaksi digital dan komunikasi selama Ramadan hingga Lebaran kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
WASPADA PENIPUAN - Pakar Teknologi Informasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, mengatakan pelaku penipuan kini semakin kreatif dalam menjalankan aksinya, terutama melalui pesan WhatsApp maupun SMS yang berisi informasi mendesak. 
Ringkasan Berita:
  • Penipuan digital meningkat menjelang Idulfitri karena aktivitas transaksi masyarakat meningkat.
  • Pelaku sering memanfaatkan pesan darurat melalui WhatsApp atau SMS agar korban panik.
  • Masyarakat diingatkan untuk tidak membagikan data penting seperti OTP, PIN, dan password.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvoi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang marak 

Peningkatan aktivitas transaksi digital dan komunikasi selama Ramadan hingga Lebaran kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menipu korban.

Pakar Teknologi Informasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, mengatakan pelaku penipuan kini semakin kreatif dalam menjalankan aksinya, terutama melalui pesan WhatsApp maupun SMS yang berisi informasi mendesak.

“Modus penipuan sekarang semakin kreatif. Pelaku sering membuat situasi seolah-olah darurat agar korban panik dan langsung mengikuti instruksi,” ujar Supangat, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Karyawan Dihukum Lari 300 Kali Keliling Lapangan Jika Tak Capai Target di Perusahaan Penipuan Online

Banyak Korban Tertipu Karena Terburu-buru

Pria yang juga Wakil Rektor II Untag Surabaya ini mengungkapkan banyak korban tertipu karena terburu-buru merespons pesan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap nomor pengirim. 

Karena itu, masyarakat disarankan memanfaatkan aplikasi identifikasi nomor seperti Getcontact atau Truecaller untuk mengetahui apakah nomor tertentu pernah dilaporkan sebagai penipu oleh pengguna lain.

Baca juga: Ngaku Punya Orang Dalam, 3 Pelaku Penipuan SPPG Diamankan di Kota Madiun saat Terima Uang Rp100 Juta

Jangan Sembarangan Unduh File atau Klik Tautan

“Jika nomor tersebut banyak ditandai sebagai penipu, sebaiknya segera diblokir,” katanya.

Supangat juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunduh file berformat APK atau mengklik tautan dari nomor yang tidak dikenal. Cara tersebut kerap digunakan pelaku untuk mengambil alih perangkat atau mencuri data pribadi korban.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kerahasiaan data penting seperti kode OTP, PIN, maupun kata sandi akun. Ia menegaskan lembaga resmi seperti bank maupun marketplace tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan.

“Jika ada yang meminta OTP, PIN, atau password lewat pesan atau telepon, hampir bisa dipastikan itu penipuan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved