Lebaran 2026

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Terapkan One Gate System di Kampung saat Mudik Lebaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keamanan kota menjelang Hari Raya Nyepi 2026 dan Idulfitri

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Bobby Constantine Koloway
APEL PASUKAN — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forkopimda menggelar Apel Pasukan Pengamanan di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin (16/3/2026) sore. Apel ini untuk memastikan kesiapan menjaga keamanan menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Surabaya memastikan kesiapsiagaan aparat (TNI, Polri, dan jajaran pemerintah) untuk menjaga keamanan dan kondusivitas kota di tengah dua hari besar keagamaan yang berdekatan.
  • Warga diminta berkoordinasi dengan RT/RW, melapor saat mudik, serta mengaktifkan poskamling dan menerapkan sistem satu pintu (one gate system) guna mencegah kriminalitas, khususnya di rumah kosong.

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keamanan kota menjelang Hari Raya Nyepi 2026 dan Idulfitri 1447 Hijriah yang waktunya berdekatan. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Surabaya harus tetap kondusif di tengah momentum dua perayaan besar keagamaan tersebut. 

Pihaknya mengingatkan bahwa kota ini dibangun di atas nilai toleransi dan keberagaman. 

"Kota Surabaya ini adalah kota yang penuh dengan toleransi dan keberagaman. Dengan berbarengannya Nyepi dan Idulfitri, tetaplah kita menjaga suasana kondusifitas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (17/3/2026). 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, Polri, serta jajaran pemerintah kota hingga tingkat kecamatan dan kelurahan yang tetap bertugas saat sebagian masyarakat menjalani libur panjang. Menurutnya, pengabdian para petugas yang menjaga kota saat warga mudik merupakan bentuk pelayanan sekaligus ibadah.

“Saya juga meminta keikhlasan para petugas yang harus menunda waktu mudik demi menjaga keamanan kota,” imbuhnya.

Baca juga: Sudah Beli Tiket Mudik Rp 1,2 Juta, Jumaidi Lemas Rumah Hangus Tak Tersisa, 58 KK Lain Senasib

Selain menyiapkan aparat keamanan, Pemkot Surabaya juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Eri meminta koordinasi antara pemerintah kota dengan pengurus RT dan RW diperkuat, khususnya untuk memantau rumah-rumah warga yang ditinggal mudik.

“Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita harus bersama-sama dengan warga di tingkatan RT dan RW. Tujuannya jelas, agar kegiatan negatif dapat kita eliminasi, dan warga yang meninggalkan Surabaya merasa yakin bahwa rumah mereka tetap aman,” tegasnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Eri menginstruksikan seluruh RW di Surabaya mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling). Ia juga meminta warga yang hendak mudik agar melapor kepada pengurus lingkungan.

Dengan begitu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat mengetahui rumah mana saja yang kosong sehingga pengawasan bisa dilakukan secara berkala. "Saya meminta warga Surabaya yang mudik untuk menyampaikan kepada RW-nya," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar lingkungan perkampungan menerapkan sistem satu pintu atau one gate system selama masa libur Lebaran. Sistem tersebut dinilai memudahkan pengawasan keluar masuk orang di kawasan permukiman.

“Saya meminta di setiap RW menggunakan satu pintu untuk akses keluar masuk supaya pengawasan bisa dilakukan maksimal. Kalau semua akses dibuka, pengawasan akan lebih sulit,” terangnya.

Meski demikian, Eri memastikan keamanan kota tidak hanya bertumpu pada warga. Jajaran Forkopimcam, mulai dari camat, kapolsek, hingga danramil, akan melakukan patroli rutin ke pos-pos keamanan di tingkat RW.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved