Aturan Ketat UTBK 2026, Terlambat 30 Menit Peserta Langsung Gugur

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Surabaya resmi dimulai

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
UTBK DI SURABAYA - Pelaksanaan UTBK hari pertama di Unair berlangsung lancar. Pada hari pertama UTBK di Unair, sesi pertama diikuti 843 peserta atau 95,8 persen kehadiran, sementara 37 peserta atau 4,2 persen tercatat tidak hadir tanpa keterangan. 

Seluruh peserta mendapatkan sarapan pagi berupa teh hangat dan roti, tersedia ruang transit, serta tenaga kesehatan di setiap lokasi ujian.

Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta disabilitas. Tahun ini tercatat 22 peserta disabilitas, terdiri dari 18 tuna rungu dan 4 tuna daksa, yang difasilitasi secara khusus dan dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi tertentu, termasuk di Gedung Nano.

Dari sisi teknis, terdapat perbedaan mekanisme dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta dapat memilih lokasi ujian secara spesifik, tahun ini peserta hanya memilih kota lokasi ujian, sementara penentuan titik lokasi dilakukan oleh panitia pusat.

“Peserta harus benar-benar memastikan lokasi ujiannya sebelum hari pelaksanaan agar tidak salah tempat,” ujarnya.

UNESA Siapkan Infrastruktur dan Mitigasi Risiko

Sementara itu, pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) juga berlangsung dengan standar keamanan tinggi.

Sebanyak 20.340 peserta dijadwalkan mengikuti ujian selama 10 hari dalam 19 sesi.

Kepala Subdirektorat Admisi UNESA, Sukarmin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 31 ruang ujian yang tersebar di dua kampus, yakni Kampus Ketintang dan Kampus Lidah Wetan.

Di Kampus Ketintang, ujian berlangsung di Fakultas Teknik, FMIPA, FISIPOL, Fakultas Vokasi, dan FEB. Sedangkan di Kampus Lidah Wetan berada di Gedung Rektorat, FBS, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Psikologi.

Dari sisi infrastruktur, UNESA menyiapkan 1.075 komputer utama dan 147 unit cadangan, serta didukung delapan server untuk menjaga stabilitas sistem selama ujian berlangsung.

“Kami juga menyiapkan mitigasi risiko secara menyeluruh, termasuk tiga jalur cadangan listrik bekerja sama dengan PLN serta tiga backup jaringan internet dari Telkomnet dan Biznet,” jelas Sukarmin.

Selain itu, koordinasi dengan kepolisian dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar kampus guna menghindari keterlambatan peserta akibat kemacetan.

Panitia juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi akademik maupun kondisi fisik.

“Peserta harus memahami jenis soal, rutin berlatih, mengecek lokasi ujian sehari sebelumnya, datang lebih awal, serta tidak lupa sarapan agar konsentrasi tetap terjaga,” pesannya. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved