TribunJatim/

Aneh, Dibekali Keahlian Khusus, Lulusan SMK Malah Banyak yang Menganggur, Ternyata . . .

Pemerintah kelabakan, saat tahu data terbaru bahwa angka pengangguran tertinggi disumbang oleh lulusan SMK. Kok bisa, padahal ...

Aneh, Dibekali Keahlian Khusus, Lulusan SMK Malah Banyak yang Menganggur, Ternyata . . .
Surya/ Benni Indo
Polres Malang Kota saat memberikan penyuluhan kepada pelajar SMKN 6 Kota Malang tentang bahaya narkotika, Selasa (22/8/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai ada yang salah dengan pendidikan vokasi (pekerjaan sesuai keahlian) di Indonesia.

Hal itu dikarenakan lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) justru mendominasi jumlah pengangguran.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui data Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2017, menyebut bahwa tingkat pengangguran terbuka turun 0,11 poin, dari 5,61 persen pada realisasi tahun 2016 menjadi 5,50 persen pada realisasi tahun 2017.

Dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan SMK yang paling tinggi menganggur dibanding tingkat pendidikan lain, yakni sebesar 11,41 persen.

Potensinya Sangat Besar, Bank Syariah Didorong Serius Garap Infrastruktur dan Sektor Riil

"Ada yang salah dengan pendidikan vokasi kita. Apa yang diajarkan di sekolah tidak sesuai dengan kebutuhan pasar," kata Bambang saat ditemui pewarta di kantornya, Senin (13/11/2017).

Bambang menjelaskan, kurikulum pendidikan vokasi menjadi salah satu faktor penentu mengapa justru banyak lulusan SMK yang menganggur.

Dia menilai, bisa jadi kurikulum yang dipakai sudah tidak cocok dengan kondisi dunia usaha saat ini, di mana banyak bermunculan lapangan kerja baru yang butuh keahlian tertentu.

Awalnya Seret Pasangan, Biro Jodoh Lokal Antar Pria ini Dapatkan TKI Tajir dan Mempersuntingnya

Dari sisi pencari tenaga kerja, menurut Bambang, juga melihat belum ada yang spesial dari lulusan SMK. Sehingga, mereka mencari karyawan justru dari lulusan yang menempuh pendidikan umum, seperti SMA (Sekolah Menengah Atas).

"SMK seakan-akan baru lulus sekolah menengah, belum siap kerja," tutur Bambang.

Untuk menangani hal tersebut, Bambang menyebut pemerintah kini sedang berupaya memperbaiki aspek-aspek pada pendidikan vokasi, termasuk kurikulum, pendidik, hingga kerja sama yang lebih diarahkan ke sektor swasta.

BREAKING NEWS - Longsor Terjang Kota Malang, Dua Mahasiswa Universitas Brawijaya Jadi Korban

Hal itu dilakukan untuk memperbarui kemasan pendidikan vokasi agar bisa mengimbangi perkembangan dunia usaha masa kini. (Kompas.com/Andri Donnal Putera)

Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help