Berbekal Sembako Murah, Wanita ini Dengan Mudah Tipu 600 Ibu-ibu Hingga Miliaran Rupiah

Sembako membuat wanita muda ini terus diburu oleh polisi dan ratusan warga, hingga dia harus ...

Berbekal Sembako Murah, Wanita ini Dengan Mudah Tipu 600 Ibu-ibu Hingga Miliaran Rupiah
SURYA/MOHAMMAD RIFAI
Kapolsek Kota AKP Widiarti saat menfasilitasi dan mendengarkan pengaduan korban penipuan modus sembako hingga miliaran rupiah yang menimpa ratusan warga di Desa Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep, Jumat (5/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Nia Ekawati (28), ibu rumah tangga warga Jalan Teuku Umar Gg Lebar, Desa Pandian, Kabupaten Sumenep, mungkin saat ini menjadi orang yang paling di Sumenep.

Selain menjadi buruan aparat kepolisian, Nia juga terus dicari oleh ratusan ibu-ibu rumah tangga di wilayah paling ujung Pulau Madura tersebut.

Pasalnya, ibu muda satu anak ini diduga telah menipu ratusan warga dengan modus investasi usaha hingga mencapai Rp 2 miliar lebih.

Modus operandi yang dipakai Nia, cara merekrut sejumlah ibu-ibu rumah tangga untuk bergabung dalam investasi kebutuhan pokok rumah tangga, utamanya beras dan minyak goreng.

Modal Ngaku Dukun Pengganda Uang di Penjara, Napi ini Dengan Mudah Raup Belasan Juta Dalam Sekejap

Korbannya diminta menyetor sejumlah uang sesuai kemampuan untuk investasi. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per orang.

Bisnis yang dijalankan pelaku, dengan mendatangkan beras murah dan minyak goreng yang harganya jauh lebih rendah dari harga di pasaran.

“Bayangkan aja mas, bagaimana tidak tertarik, dengan rayuan dia, lha wong minyak goreng yang 2 kg hanya Rp 15 ribu, padahal di toko justru Rp 25 ribu. Ya jelas kami ikut dan terlena,” ujar Titiek Sahedi, seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban, Jumat (5/1/2018).

Agar mendapat untung yang besar, Titiek mengaku terus menanam investasinya ke bisnis Nia Ekawati. Hingga uang yang disetornya dan akhirnya tak kembali mencapai Rp 57 juta. 

Ingin Bergelimang Harta, Sholeh Mau saja Serahkan Uang Rp 15 Juta Ditukar Air Mineral Gelas

Halaman
123
Penulis: Moh Rivai
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help